Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Wednesday, October 3, 2012

Virus Cacar Air Bisa Sembuhkan Kanker Payudara?



Selama ini kanker hanya dapat diobati dengan operasi dan kemoterapi, namun tim peneliti dari AS telah menemukan potensi pengobatan baru untuk kanker, terutama kanker payudara yang tak pernah diduga sebelumnya yaitu virus cacar air.

Virus cacar air telah lama ditakuti karena dapat membunuh jutaan orang namun lewat percobaan dengan tikus, para peneliti berhasil menemukan pengobatan baru terhadap salah satu bentuk kanker paling berbahaya yaitu kanker payudara dengan menggunakan virus tersebut.

Tim peneliti dari Memorial Sloan-Kettering Cancer Center, New York City menemukan bahwa sebuah virus yang masih satu keluarga dengan virus penyebab cacar air dapat dipergunakan dalam pengobatan beberapa jenis kanker payudara tertentu yang disebut dengan triple-negative breast cancer atau TNBC.

Jenis kanker payudara ini bisa dikatakan sangat sulit disembuhkan karena tidak sensitif terhadap terapi kekebalan atau hormonal khusus yang banyak diberikan pada jenis kanker payudara lainnya. Meski jenis kanker ini sebenarnya bisa diobati dengan kemoterapi tapi mereka cenderung lebih agresif dan mudah kambuh.

"Satu alasan mengapa saya ingin memfokuskan studi pada TNBC adalah karena pilihan pengobatan jangka panjang untuk kanker itu tak banyak," ungkap Dr. Sepideh Gholami yang memimpin studi ini dan juga seorang dokter ahli bedah dari Stanford University Medical Center.

"Satu-satunya opsi yang ada sekarang adalah operasi dan kemoterapi tapi masalahnya kanker ini dapat bermetastasis lebih awal dan sangat agresif. Resistensi terhadap berbagai agen kemoterapi pun terjadi dengan cepat sehingga pasien akan seringkali kehabisan pengobatan," tambahnya seperti dilansir dariabcnews, Rabu (3/10/2012).

Lewat percobaan, peneliti memastikan bahwa vaccinia virus yang disebut GLV-1h164 ini dapat memasuki sel-sel kanker dan menyebabkan kerusakan pada tumor sekaligus mencegah pertumbuhan pembuluh darah di dalam tumor yang ada pada tubuh tikus percobaan. Hal ini menghasilkan kerusakan yang signifikan pada tumor.

Sama halnya dengan vaksin cacar air, peneliti berencana mengemas virus ini dalam bentuk vaksin karena dengan begitu tingkat keamanannya akan sama dengan vaksin cacar air biasa.

Kendati begitu, penggunaan vaksin untuk terapi pada pasien TNBC ini masih memerlukan percobaan klinis pada manusia agar efektivitasnya dapat dievaluasi.

7 Strategi Diet yang Aneh Tetapi Terbukti Berhasil



Banyak sekali metode diet yang ditawarkan untuk menurunkan berat badan mulai dari makan dengan porsi kecil sesering mungkin, menjadi vegetarian dan berolahraga. Tetapi beberapa cara yang tidak biasa dilakukan ternyata juga terbukti efektif menurunkan berat badan.

Seperti dilansir shape, Rabu (3/10/2012) berikut 7 strategi diet yang aneh tetapi terbukti berhasil menurunkan berat badan:

1. Minum minyak zaitun
Diet dengan cara minum minyak zaitun dipelopori oleh Seth Roberts, PhD, seorang profesor psiokologi dalam bukunya yang berjudul The Shangri-La Diet. Banyak orang tidak mempercayainya, tetapi Roberts mampu membuktikan keberhasilan metode tersebut.

Dalam buku The Shangri-La Diet, penurunan berat badan dapat dilakukan dengan minum 1 sampai 2 sendok minyak zaitun dua kali sehari di antara waktu makan. Menurut Roberts, hal ini rasa hambar pada minyak zaitun dapat membatasi nafsu makan dan dapat menurunkan berat badan tanpa perlu bersusah payah melakukan diet pembatasan makanan.

2. Menambahkan bumbu yang pedas
Menambahkan berbagai rempah-rempah beraroma ke dalam masakan dapat membantu Anda mengontrol porsi makan dan menurunkan berat badan. Penelitian menunjukkan bahwa orang akan makan lebih sedikit ketika makanannya memiliki rasa yang asing atau pedas.

Semakin banyak rempah-rempah yang dicampurkan ke dalam makanan, makanan akan semakin kaya rasa dan rasa asing tersebut mungkin belum terlalu akrab di lidah, sehingga Anda makan lebih sedikit. Rempah-rempah tradisional yang sering digunakan sebagai bumbu antara lain kunyit, kayu manis, dan jinten.

3. Tidak makan makanan ringan sama sekali
Metode ini mungkin mengejutkan karena mengingat konsep diet yang populer dengan makan dengan porsi kecil sebanyak 5 sampai 6 kali sehari. Namun menurut para ilmuwan terus-menerus ngemil, mungkin membuat Anda tidak menyadari berapa banyak kalori yang Anda ambil.

Sehingga metode diet ini melarang semua bentuk makanan ringan, bahkan permen sekalipun. Anda tidak perlu khawatir terhadap kacaunya sistem metabolisme karena tubuh seseorang masih cukup tangguh untuk tidak makan makanan ringan beberapa waktu.

4. Makan permen ketika memasak
Nafsu makan seseorang akan bertambah setelah dirinya mencicipi makanan berulang kali ketika memasak. Untuk mengatasi hal tersebut, seseorang disarankan untuk makan permen dengan rasa yang kuat seperti mint, kayu manis, atau asam ketika memasak sehingga mengurangi keinginan untuk mencicipi makanan.

5. Menutup hidung
Semua orang tahu bahwa bau makanan memberi peran besar terhadap keinginan untuk mencicipi makanan, sehingga tutup hidung Anda setiap kali berjalan melalui restoran favorit untuk mengurangi godaan yang berasal dari bau makanan.

6. Makan satu kali sehari
Berpuasa diketahui bermanfaat bagi kesehatan karena meningkatkan kekebalan, mempercepat metabolisme, sensitivitas insulin yang lebih baik, risiko kanker lebih rendah, dan tentu saja, penurunan berat badan.

Beberapa orang memilih cara untuk makan makanan padat kalori sekali dalam sehari, meski metode ini kedengarannya susah tetapi benar-benar mampu menurunkan berat badan dengan cepat.

7. Sarapan kue
Makan kue ketika sarapan mungkin merupakan saran diet terburuk yang pernah ada, tetapi para peneliti menyatakan bahwa makan kue ketika sarapan dapat mengekang keinginan untuk makan makanan penutup yang manis di siang atau malam hari.

8 Makanan yang Mempercepat Proses Penuaan



Seseorang akan tampak awet muda dan terhindar dari penyakit di usia tua jika memilih makanan seperti sayuran dan buah-buahan yang memperlambat penuaan. Tetapi Anda juga perlu mengetahui makanan apa saja yang dapat mempercepat penuaan.

Penuaan akan cepat terjadi jika seseorang terpapar radikal bebas tanpa perlindungan antioksidan alami yang didapatkan dari nutrisi makanan. Menurut buku The Antioxidant Prescription yang ditulis oleh Dr. Bryce Wylde, beberapa makanan memiliki efek yang buruk bagi penuaan.

Berikut 8 jenis makanan yang dapat memepercepat penuaan, seperti dilansirreaderdigest, Rabu (3/10/2012) antara lain:

1. Makanan yang mengandung lemak terhidrogenisasi
Makanan ini harus dihindari karena dapat menyebabkan penyakit jantung. Lemak terhidrogenisasi telah digunakan selama bertahun-tahun dalam makanan ringan, roti dan margarin. Hindari membeli makanan yang pada daftar bahannya tercantum lemak trans atau telah terhidrogenasi minyak.

2. Olestra (lemak sintetis)
Olestra biasanya digunakan untuk membuat keripik kentang 'non-fat' dan makanan ringan lainnya. Meski suatu makanan dilabeli 'non-fat', tetapi olestra sebagai penggantinya dapat mengikat dan melarutkan vitamin A, E, D, dan K, karotenoid dan antioksidan yang diperlukan tubuh untuk mencegah penuaan dini.

Sebuah penelitian juga telah menyatakan bahwa olestra menyebabkan sakit perut dan masalah pencernaan lainnya. Konsumsi olestra juga dapat menyebabkan seseorang tidak tertarik untuk makan makanan seperti buah dan sayuran yang baik untuk melawan radikal bebas penyebab penuaan dini.

3. Makanan cepat saji
Masakan rumah jelas lebih sehat dari makanan cepat saji yang dibuat di restoran karena Anda dapat mengolah sendiri dengan cara yang sehat. Makanan cepat saji dibuat dengan pengolahan yang cepat dan tanpa Anda ketahui mungkin dimasak menggunakan minyak yang sama berkali-kali.

4. Daging yang mengandung nitrat
Nitrat ditemukan dalam daging yang biasanya digunakan untuk bahan hot dog, fungsinya adalah untuk mempertahankan warna merah daging dan mengatasi mikroba yang merugikan. Penggunaan nitrat sebenarnya tidak berbahaya, tetapi nitrat ini dapat dikonversi menjadi nitrit ketika berada di dalam tubuh.

Pada gilirannya akan membentuk nitrosamin, yaitu bahan kimia yang kuat dan dapat menyebabkan kanker. Bila memungkinkan, carilah daging organik atau daging yang dijual oleh peternak lokal yang tidak diberi nitrat.

Jika Anda harus makan makanan yang mengandung nitrat, ambil dosis ekstra vitamin C karena dapat mencegah konversi nitrir ke nitrosamin dalam perut.

5. Alkohol
Konsumsi alkohol yang berlebihan telah terbukti dapat merusak fungsi hati dan sistem kekebalan tubuh tidak mampu melawan radikal bebas sehingga dapat mempercepat penuaan.

5. Tiram mentah
Tiram mentah dapat membawa bakteri mematikan yang dapat menyebabkan penyakit yang parah atau kematian. Pastikan untuk memasak makanan laut dengan benar-benar matang sebelum dikonsumsi.

6. Lemak jenuh dari produk hewani
Lemak jenuh produk hewani seperti pada daging sapi, babi, dan kulit pada unggas. Produk susu penuh lemak seperti keju, susu, dan krim juga mengandung lemak jenuh yang dapat menyumbat arteri dan menyebabkan penyakit jantung. Selain itu lemak jenuh tidak dapat dicerna dengan baik dan menyebabkan kegemukan.

7. Soda
Soda adalah minuman yang meningkatkan risiko mengembangkan diabetes dalam jangka panjang. Soda mengandung gula tinggi atau pemanis buatan dan sering mengandung kafein, pewarna serta perasa buatan.

8. Makanan ringan yang asin dan tinggi lemak
Makanan ringan seperti keripik kentang mengandung kadar garam dan lemak yang tinggi, sehingga menempatkan Anda pada risiko penyakit di usia tua seperti tekanan darah tinggi, obesitas, dan penyakit kronis lainnya.

10 Perubahan di Otak Remaja yang Bikin Galau dan Labil



Masa remaja adalah masa yang galau, labil ataupun alay. Ada begitu banyak istilah-istilah aneh yang disematkan untuk para remaja yang sedang dalam masa pencarian jati diri. Di dalam otak dan kepalanya, para remaja ini mengalami beberapa perubahan yang perlu diperhatikan.

Perubahan-perubahan ini dapat menjelaskan perilaku remaja yang acapkali penuh drama, tak rasional dan agresif tanpa alasan yang jelas. Di sisi lain, para remaja ini juga memiliki kebutuhan yang besar akan kebebasan dan kasih sayang. Memang setelah bayi, pertumbuhan otak yang paling drastis terjadi pada masa remaja.

Seperti dilansir LiveScience, Rabu (3/10/2012), berikut adalah 10 perubahan yang terjadi pada otak para remaja:

1. Otak Sedang Dalam Tahap Perkembangan
Usia remaja kebanyakan ditentukan pada rentang usia antara 11 - 19 tahun. Masa-masa ini dianggap sebagai masa kritis pembangunan. Ketika melalui masa pertumbuhan ini, ketrampilan kognitif dan kemampuan baru akan muncul.

"Otak terus berubah sepanjang waktu, tetapi ada lompatan besar dalam perkembangannya ketika memasuki masa remaja. orangtua harus memahami bahwa meskipun anaknya tumbuh besar, pada tahap ini remaja masih berada dalam masa perkembangan yang akan mempengaruhi kehidupannya selanjutnya," kata Sara Johnson, asisten profesor di Sekolah Johns Hopkins Bloomberg of Public Health.

2. Otak Mulai Mekar
Pada bayi, otak mengalami pertumbuhan koneksi yang amat besar. Namun ketika memasuki usia 3 tahun, beberapa sambungan tersebut kemudian dipangkas agar lebih lebih efisien.

Tetapi temuan yang diterbitkan jurnal Nature Neuroscience menegaskan bahwa ledakan pertumbuhan saraf terjadi untuk kedua kalinya tepat menjelang pubertas. Puncaknya adalah saat usia sekitar 11 tahun untuk anak perempuan dan 12 tahun untuk anak laki-laki. Perkembangan ini diperkirakan terus berlanjut hingga usia 25 tahun. Beberapa perubahan kecil juga tetap berlangsung seumur hidup.

3. Memiliki Kemampuan Berpikir yang Baru
Karena meningkatnya sambungan saraf, otak remaja jadi lebih efektif dalam mengolah informasi. Remaja mulai memiliki kemampuan komputasi dan belajar mengambil keputusan layaknya orang dewasa.

Sayangnya, remaja masih terlalu dipengaruhi oleh emosi karena otaknya lebih mengandalkan sistem limbik yang mengedepankan emosi ketimbang korteks prefrontal yang mengolah informasi secara rasional.

4. Rewel Kepada Orangtua
Remaja berada di tengah kesenangan memperoleh keterampilan baru yang luar biasa, terutama yang berkaitan dengan perilaku sosial dan pemikiran abstrak. Tapi karena belum pandai menggunakan, remaja harus melakukan percobaan. Terkadang orangtuanya sendiri dijadikan sebagai kelinci percobaan.

Banyak remaja melihat konflik sebagai sarana untuk mengekspresikan diri dan mengalami kesulitan untuk berfokus pada hal-hal abstrak atau memahami sudut pandang orang lain. Pada dasarnya remaja masih membutuhkan orangtuanya dengan kematangan emosional agar membantunya tetap tenang.

5. Gejolak Emosi yang Intens
Masa pubertas merupakan awal dari perubahan besar dalam sistem limbik, yaitu bagian otak yang tidak hanya membantu mengatur detak jantung dan kadar gula darah, tetapi juga penting untuk membentuk memori dan emosi. Selama masa remaja, sistem limbik lebih banyak mendominasi dibandingkan korteks prefrontal yang berhubungan dengan kemampuan perencanaan, pengendalian dorongan dan daya nalar yang lebih tinggi.

Bersamaan dengan perubahan hormonal, dampak dominasi sistem limbik ini membuat emosi yang dialami terasa lebih intens, misalnya kemarahan, ketakutan, agresi, kegembiraan dan daya tarik seksual.

6. Sangat Memperhatikan Kata Teman
Karena remaja mulai mampu berpikir abstrak, kecemasan sosialnya pun meningkat. Demikian menurut penelitian yang dimuat jurnal Annals of New York Academy of Sciences. Penalaran yang abstrak memungkinkan remaja memperhatikan bagaimanakah dirinya dilihat oleh orang lain.

Remaja dapat menggunakan keterampilan baru untuk memikirkan apa yang orang lain pikirkan tentang dirinya. Itulah mengapa remaja sangat mendengarkan pendapat temannya. Namun di sisi lain, teman juga membantu para remaja mempelajari keterampilan baru seperti negosiasi, kompromi dan perencanaan kelompok.

7. Tak Pandai Mengukur Risiko
Kewaspadaan remaja bisa dibilang lambat bergarak karena dominasi sistem limbik yang mengedepankan emosi. Akibatnya remaja memiliki toleransi risiko yang lebih tinggi dibanding orang dewasa. Secara keseluruhan, perubahan ini dapat membuat remaja rentan terlibat perilaku berisiko seperti mencoba narkoba, terlibat perkelahian atau perilaku lain yang tidak aman.

8. Membutuhkan Figur Orangtua
Sebuah survei terhadap remaja mengungkapkan bahwa 84 persen remaja memikirkan ibunya dan 89 persen memikirkan ayahnya. Lebih dari tiga perempat remaja suka menghabiskan waktu bersama orangtuanya. Sebanyak 79 persen senang bercengkrama dengan ibu dan 76 persen dengan ayah.

Remaja masih membutuhkan orangtuanya untuk mempelajari bagaimanakah hidup mandiri dan menyiapkan diri untuk membentuk rumah tangganya sendiri.

9. Butuh Tidur Lebih Banyak
Mitosnya adalah remaja lebih banyak membutuhklan waktu tidur ketimbang saat masih kanak-kanak. Namun sebenarnya kebanyakan masalah tidur yang dialami remaja adalah pergeseran ritme sirkadian selama masa remaja. Remaja cenderung bangun siang namun terjaga sampai larut malam.

Ditambah banyaknya kegiatan, banyak remaja akhirnya sampai kurang tidur. Akibatnya dapat memperburuk pengambilan keputusan. Tidur yang cukup dapat membantu otak remaja bekerja lebih optimal.

10. Narsis
Perubahan hormon saat pubertas berdampak besar bagi otak, salah satunya adalah memacu reseptor oksitosin diproduksi lebih banyak. Oksitosin meningkatkan kepekaan sistem limbik dan berkaitan dengan perasaan kesadaran diri, sehingga membuat remaja merasa seolah-olah ada orang yang mengawasi

Hal ini mungkin membuat remaja jadi tampak egois. Di sisi lain, perubahan hormon dalam otak remaja ini juga dapat membuat remaja menjadi lebih idealis. Sampai otaknya berkembang untuk menghadapi isu-isu yang bersifat abu-abu, remaja cenderung berpikir secara sepihak.

Tuesday, October 2, 2012

Ini Sebabnya Tak Semua Wanita Punya Sifat Keibuan



Sifat keibuan tercermin dalam perilaku kasih sayang dan penuh perhatian kepada anak dan keluarga. Meskipun berjenis kelamin dan memiliki gender yang sama, tidak semua perempuan memiliki sifat keibuan. Penelitian menemukan, penyebabnya adalah karena 'gen ibu'.

Setelah melahirkan seorang anak dan menjadi seorang ibu, kebanyakan perempuan otomatis langsung memiliki kepedulian dan sangat memperhatikan bayinya yang baru lahir. Namun, ada beberapa perempuan yang tidak tahu apa yang dilakukan dan bahkan tidak merasa ada perbedaan setelah menjadi seorang ibu.

Menurut para peneliti dari Rockefeller University di New York, nampaknya ada sebuah gen yang bertanggung jawab memotivasi para ibu untuk melindungi, memberi makan dan membesarkan bayi yang telah dikandungnya. Gen ini disebut gen ibu atau dalam bahasa ilmiah disebut dengan ER alpha atauestrogen receptor alpha.

Dalam penelitian sebelumnya di tahun 1970-an, para ilmuwan menemukan ada suatu area di otak yang disebut preoptic yang mempengaruhi perilaku tertentu pada tikus seperti agresi, penerimaan seksual dan perawatan ibu.

Dalam penelitian baru ini, wilayah preoptic otak tikus betina dirangsang dan dilihat bagaimana reaksinya terhadap perubahan kadar gen ER alpha. Hasilnya menunjukkan bahwa ketika kadar gen ER alpha menurun, tikus jadi lebih jarang menjilati, mengasuh dan merawat anak-anaknya. Namun agresifitasnya tidak terpengaruh.

Selain itu, ketika tingkat gen ER alpha menurun, tikus betina juga lebih jarang menunjukkan perilaku seksual. Penelitian ini menunjukkan bahwa mengurangi gen ini pada suatu daerah tertentu di otak akan banyak menghilangkan aspek perilaku yang bersifat keibuan.

"Tikus betina dan manusia perempuan mengekspresikan gen reseptor ini dengan versi yang berbeda. Versi yang berbeda berhubungan dengan kapasitas ibu yang berbeda. Tapi ada bukti bahwa memodifikasi gen yang ditemukan pada anjing kecil dapat menentukan seperti apakah ia akan menjadi ibu nantinya," kata peneliti, Aba Ribeiro seperti dilansir Medical Daily, Selasa (2/10/2012).

Karena penelitian ini sebatas dilakukan pada tikus, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk melihat pengaruhnya pada manusia. Ribeiro berharap temuan yang baru dapat mengungkap adanya faktor genetik yang mempengaruhi kemampuan manusia untuk menjadi orangtua yang baik.

1 dari 3 Perempuan Takut Meraba Payudaranya Sendiri



Bagi perempuan, payudara termasuk bagian yang sangat sensitif dan tidak boleh sembarangan dipegang atau diraba oleh yang tidak berkepentingan. Bahkan menurut survei, 1 dari 3 perempuan takut meraba payudaranya sendiri. Lho kenapa?

Survei yang dilakukan di Inggris itu mengungkap, 30 persen perempuan di negara itu takut meraba payudaranya sendiri karena tidak siap mental jika ternyata menemukan benjolan tidak wajar. Seperti diketahui, benjolan tidak wajar bisa berarti kanker yang mematikan.

Temuan ini sesuai dengan hasil penelitian Cochrane Collaboration yang mengungkap bahwa meraba payudara sendiri untuk mendeteksi benjolan tidak wajar kadang malah memicu ketakutan yang tidak perlu. Padahal belum tentu benjolan itu adalah kanker.

Namun demikian, para ahli tetap menganjurkan agar setiap perempuan secara teratur melakukan deteksi dini kanker payudara dengan cara meraba payudaranya sendiri. Kalau ternyata ada benjolan kanker, deteksi sedini mungkin akan sangat mempermudah berbagai upaya pengobatan.

"Kebiasaan memeriksa payudara harus dimulai sejak masih muda. Bukan cuma karena lebih menyadari tubuhnya, tetapi juga karena masa muda adalah masa terpenting untuk membentuk kebiasaan baik," kata Prof Janet Reibstein dari Exeter University seperti dikutip dari Dailymail, Selasa (2/10/2012).

Prof Reibstein menambahkan, pemeriksaan payudara harus dibiasakan sejak masih remaja. Sejak umur 13 tahun, idealnya anak perempuan sudah harus bisa mendeteksi tanda-tanda tidak wajar yang mungkin akan ditemukannya saat meraba payudaranya sendiri.

Diperkirakan 1 dari 2.000 perempuan akan mengalami kanker payudara pada usia sekitar 29 tahun dan 1 dari 22 orang akan meninggal karenanya sebelum mencapai usia 60 tahun. Angka ini membuat kanker payudara termasuk jenis kanker paling mematikan pada perempuan selain kanker leher rahim.

Selengkapnya, tanda-tanda yang tidak wajar dan bisa berarti kanker payudara antara lain adalah sebagai berikut:

1. Benjolan
2. Perubahan tekstur kulit
3. Ruam di permukaan
4. Perubahan pada penampilan puting payudara
5. Keluar cairan tidak wajar dari puting.

Kondisi 5 Penyakit Sebelum Jadi Serius



Jauh sebelum seseorang didiagnosa menderita diabetes, kanker serviks dan penyakit lainnya, dirinya telah mengembangkan suatu kondisi yang berada di ambang batas normal.

Periode ini sangatlah penting, di mana seseorang harus segera mengubah gaya hidup untuk memperlambat perkembangan penyakit atau mencegahnya sama sekali.

Namun, sebagian besar kondisi pra-penyakit tidak memiliki gejala nyata, jadi Anda memerlukan pengujian lebih dini untuk mengetahui risikonya karena Anda mungkin tidak menyadari bahwa Anda telah melewati batasan normal.

Seperti dilansir womansday, Selasa (2/10/2012) berikut adalah 5 kondisi pra-penyakit yang dapat Anda cegah perkembangannya:

1. Prehipertensi Sebelum Berubah Jadi Hipertensi

Prehipertensi juga dikenal sebagai tekanan darah yang cukup tinggi hingga mencapai batas hampir hipertensi yaitu antara 120/80 mmHg dan 139/89 mmHg, dibandingkan dengan tekanan darah normal yang kurang dari 120/80 mmHg.

Secara umum, tidak ada gejala untuk prehipertensi atau hipertensi, sehingga penting untuk melakukan skrining rutin. American Heart Association menyarankan untuk memeriksa tekanan darah setidaknya setiap dua tahun sekali, bahkan jika tekanan darah Anda biasanya normal sekalipun.

Dokter juga merekomendasikan pemeriksaan yang lebih sering bagi penderita diabetes, kelebihan berat badan, perokok, atau orang yang memiliki riwayat keluarga penderita hipertensi. Dengan memodifikasi diet yang seimbang, memotong asupan garam, dan memulai berolahraga dapat membantu menurunkan tekanan darah dan meminimalkan risiko terkena hipertensi dan penyakit jantung.

2. Displasia Serviks Sebelum Kena Kanker Serviks

Displasia serviks adalah tumbuhnya sel-sel abnormal pada leher rahim, yang mungkin menjadi penyebab kanker serviks. Sebagian besar kasus displasia serviks terjadi antara usia 25 sampai 35 tahun, meskipun dapat menyerang seseorang pada usia berapapun.

Displasia serviks atau pra-kanker serviks dapat membuat seseorang lebih berisiko terhadap human papillomavirus (HPV), virus yang ditularkan secara seksual. Selain HPV, faktor lain yang dapat meningkatkan peluang seorang wanita terkena kanker serviks, termasuk gonta-ganti pasangan seksual, memiliki riwayat penyakit menular seksual, sistem kekebalan tubuh yang lemah dan merokok.

Biasanya, tidak ada gejala yang menunjukkan perubahan pra-kanker serviks. Namun jika terjadi pendarahan setelah berhubungan seks, mungkin hal tersebut termasuk tanda-tanda tumbuhnya sel kanker dalam rahim.

Deteksi displasia serviks lebih dini dengan melakukan pap test dan lindungi diri dengan menggunakan kondom ketika berhubungan seks agar tidak tertular HPV. Skrining sangat penting dilakukan di segala usia. Pap test dapat dilakukan hingga enam bulan sekali untuk memantau sel-sel rahim tetap dalam kondisi baik.

Jika seseorang telah didiagnosa menderita displasia serviks, segera lakukan tindakan pengobatan dengan penghapusan sel kanker karena kondisi tersebut akan berkembang menjadi kanker serviks pada waktu 10 sampai 20 tahun mendatang jika dibiarkan.

3. Pra-Diabetes Sebelum Jadi Diabetes

Jika kadar gula darah berada pada batas atas ukuran normal, seseorang dikatakan menderita pra-diabetes, yang dapat berkembang menjadi diabetes tipe 2 dalam waktu 10 tahun. Diabetes terjadi ketika mekanisme tubuh tidak seimbang dan tidak dapat memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup untuk mengubah makanan menjadi energi.

Baik pra-diabetes atau diabetes tidak menunjukkan gejala-gejala yang jelas, tetapi jika Anda mengalami kehausan atau kelaparan berlebihan, kelelahan, kesemutan di kaki dan sering buang air kecil mungkin menandakan bahwa kadar gula dalam darah Anda meningkat.

Pengujian untuk diabetes harus dilakukan setiap 3 tahun sekali bagi orang dengan usia lebih dari 45 tahun. Pengujian lebih dini dianjurkan bagi orang yang kelebihan berat badan, tidak aktif secara fisik, memiliki tekanan darah atau kolesterol tinggi, memiliki riwayat keluarga diabetes, riwayat diabetes gestasional, atau orang dengan riwayat sindrom ovarium polikistik.

Orang dengan pra-diabetes harus diuji setiap satu atau dua tahun untuk memastikan kondisi belum berkembang. Dengan memangkas berat badan hingga 5 sampai 10 persen dan lebih aktif bergerak dapat memperlambat perkembangan pra-diabetes menjadi diabetes atau mencegahnya sama sekali.

Latihan tingkat sedang sebanyak 30 menit sehari atau bahkan hanya berjalan kaki sebanyak lima hari dalam seminggu telah terbukti memiliki manfaat yang luar biasa dalam pencegahan diabetes. Selain itu, jagalah pola makan dengan menghindari lemak jenuh, kolesterol, gula halus dan pati yang berat, melainkan memilih daging tanpa lemak dan sayuran sebanyak mungkin.

4. Osteopenia Sebelum Jadi Osteoporosis

Osteopenia adalah massa tulang yang rendah, suatu kondisi di mana tulang menjadi rapuh, mudah retak dan dapat menyebabkan osteoporosis. Osteopenia dan osteoporosis tidak memiliki gejala tertentu dan kebanyakan orang baru menyadarinya setelah mengalami patah tulang.

Untuk mengonfirmasi apakah kondisi tulang Anda dalam keadaan baik, lakukan tes kepadatan mineral tulang (BMD) untuk mengetahui jumlah kepadatan massa tulang di bagian pinggul dan tulang belakang.

Pada umumnya, tes ini dilakukan terhadap wanita menopause, karena umunya osteopenia dan osteoporosis terjadi pada wanita menopause. Setelah menopause, tidak ada lagi efek perlindungan dari estrogen pada tulang dan tulang mengalami penurunan kekuatan 3 sampai 5 persen per tahun selama lima sampai tujuh tahun ke depan.

Wanita postmenopause harus menjalani tes BMD setiap satu atau dua tahun. Sedangkan wanita premenopause harus melakukan pengujian terhadap faktor risiko osteoporosis, yang meliputi berat badan rendah, asupan kalsium yang rendah, konsumsi alkohol atau kafein yang berlebihan, kurang olahraga, merokok, atau riwayat keluarga osteoporosis.

Jika Anda didiagnosis menderita osteopenia, ada beberapa langkah yang dapat Anda ambil untuk memperlambat atau mencegah rapuhnya tulang dan risiko patah tulang. Tingkatkan asupan kalsium hingga 1.000 mg per hari bagi wanita di bawah 50 tahun dengan mengonsumsi makanan berkalsium dan mengambil suplemen.

Bagi wanita di atas usia 50 tahun, harus mengonsumsi 1.200 mg kalsium per hari. Menurut The Journal of American Medical Association, kebiasaan lain yang dapat membantu mencegah osteoporosis termasuk meningkatkan asupan vitamin D dengan cara mengekspos kulit selama 10 menit sehari terhadap sinar matahari pagi atau mengonsumsi suplemen vitamin D, berolahraga secara teratur dan menghindari faktor risiko seperti merokok dan konsumsi alkohol yang berlebihan.

5. Polip kolon Sebelum Jadi Kanker Kolon

Polip kolon adalah pertumbuhan polip kecil pada usus besar (kolon) dan rektum. Jika polip pada usus besar dibiarkan dan tidak diobati, 8 sampai 12 tahun lagi diperkirakan dapat berkembang menjadi kanker.

Kondisi polip kolon ini tidak menunjukkan gejal-gejala tertentu dan dapat diidentifikasi dengan empat jenis tes, yaitu sigmoidoskopi, kolonoskopi, double-contrast barium enema, dan colonography CT.

Jika polip terdeteksi selama dilakukan pengujian dengan metode sigmoidoskopi atau kolonoskopi, polip biasanya dihapus atau dibiopsi dan diuji untuk kanker. Kemudian Anda perlu memperbaiki gaya hidup termasuk berolahraga secara teratur, makan makanan yang sehat seperti buah-buahan segar, sayuran, dan daging tanpa lemak, tidak merokok dan tidur yang cukup.

Bagi orang yang berisiko terhadap kanker kolon, kolonoskopi sebaiknya dilakukan setiap 10 tahun sekali dimulai pada usia 50 tahun. Sejumlah faktor yang dapat menyebabkan peningkatan risiko polip usus besar, termasuk riwayat keluarga dengan polip kolorektal atau kanker, penyakit radang usus, sindrom kanker kolorektal dan faktor gaya hidup seperti diet tinggi daging merah dan makanan olahan, obesitas, kurangnya aktivitas fisik, merokok, konsumsi alkohol dan diabetes tipe 2.

Trik Agar Tetap Semangat Olahraga di Rumah



Tak mudah membangkitkan semangat diri sendiri untuk mau melakukan olahraga. Tapi jika sudah memiliki niat untuk mau berolahraga di rumah, maka ada beberapa trik yang bisa dilakukan untuk membangkitkan semangat.

Beberapa orang kadang berpikir berolahraga di rumah bisa membosankan atau monoton, sehingga sebelum ia mulai melakukan tak jarang sudah timbul rasa malas atau tidak bersemangat.

Ada beberapa trik yang bisa dilakukan untuk memotivasi diri sendiri agar semangat melakukan olahraga di rumah, seperti dikutip dariTimesofindia, Selasa (2/10/2012) yaitu:

1. Jangan olahraga dengan piyama

Berolahraga di rumah bukan berarti harus menggunakan piyama atau baju tidur, karena piyama bisa membuat jadi tidak semangat. Untuk itu buatlah diri sendiri merasa nyaman dan percaya diri misalnya dengan menggunakan celana pendek, serta atasan atau sepatu yang nyaman.

2. Membeli DVD kebugaran

Cobalah untuk membeli DVD aerobik, yoga, tarian atau kebugaran lain dalam membantu latihan. Dengan berbagai macam video latihan yang dimiliki bisa mencegah orang merasa bosan karena dapat gonta ganti latihan.

Usahakan untuk mengubah rutinitas latihan setiap 4-6 minggu agar tidak bosan dan tetap semangat. Serta beri tubuh waktu beristirahat untuk memulihkan diri dan memperbaharui energi.

3. Mengatur rutinitas

Olahraga di rumah membutuhkan lebih banyak disiplin, tapi waktunya lebih fleksibel karena bisa dilakukan kapan saja. Untuk itu perlu mengatur rutinitas yang ada sehingga tidak melewatkan jadwal latihan.

4. Putarkan lagu favorit

Salah satu hal yang bisa membuat seseorang lebih semangat berolahraga adalah jika diiringi oleh musik kesukaan, terutama musik-musik up-beat sehingga dapat membangkitkan energi untuk bergerak.

5. Memasang foto diri sendiri dalam tubuh ramping

Jika tujuan dari olahraga adalah untuk menurunkan berat badan dan membuat tubuh terlihat lebih ramping serta ideal maka jangan lupa memasang foto penyemangat seperti gambar diri sendiri dengan tubuh ramping atau ukuran baju yang diinginkan.

6. Mintalah teman untuk bergabung

Berolahraga sendiri dalam periode tertentu bisa menjadi hal yang monoton, karena itu tak ada salahnya jika mengajak teman ke rumah untuk berolahraga bersama di pagi hari atau sepulang kerja. Olahraga yang dilakukan bersama-sama bisa menambah semangat dan lebih termotivasi dalam mengurangi berat badan berlebih.

5 Makanan Berlemak yang Justru Bisa Bikin Badan Langsing



Buat orang yang sedang menjalani program diet ketat, salah satu pantangannya adalah makanan berlemak. Tapi hal ini tentu sulit sebab makanan seperti itu kebanyakan rasanya enak. Jangan khawatir, ada beberapa makanan enak berlemak yang justru aman dikonsumsi sebab bisa bikin badan jadi langsing.

Lemak yang konon bikin gemuk adalah lemak trans yang banyak terkandung dalam makanan gorengan dan serta lemak jenuh yang banyak ditemukan dalam daging olahan. Lemak-lemak ini mengandung kalori dalam jumlah besar yang dapat merugikan kesehatan.

Sebaliknya, ada juga lemak sehat yang dapat meredam nafsu makan, mengurangi jumlah kalori yang dimakan, juga meningkatkan kesehatan jantung dan memicu metabolisme. Seperti dilansir ABC News, Selasa (2/10/2012), berikut adalah makanan-makanan yang mengandung lemak baik tersebut.

1. Daging Sapi yang Diberi Makan Rumput
Sapi memang jelas makanannya adalah rumput. Tapi tidak semua sapi yang diternakkan diberi makan rumput alami, bukan makanan ternak pabrikan. Sapi yang diberi makan rumput alami lebih tinggi kandungan lemak baiknya.

Sebuah penelitian yang dimuat jurnal Nutrition menemukan bahwa dagung dari hewan yang diberi makan rumput mengandung lebih banyak asam lemak omega-3 yang mampu mengurangi risiko penyakit jantung. Selain itu, kalorinya juga lebih sedikit daripada daging konvensional.

2. Minyak Zaitun
Minyak zaitun kaya akan polifenol pelawan kanker dan lemak tak jenuh yang dapat memperkuat jantung. Minyak ini juga dapat membantu program pelangsingan badan. Sebuah penelitian terbaru yang dimuat jurnal Obesity menemukan bahwa minyak zaitun mengandung adiponektin dalam jumlah tinggi dibandingkan karbohidrat atau protein lainnya.

Adiponektin adalah hormon yang bertanggung jawab untuk memecah lemak dalam tubuh dan mendorong agar indeks massa tubuh cenderung tetap rendah.

3. Kelapa
Kelapa kaya akan kandungan lemak jenuh. Namun lebih dari setengah kandungannya berasal dari asam laurat, lemak unik yang dapat melawan bakteri jahat. Sebuah penelitian yang diterbitkan jurnal Lipid menemukan bahwa suplemen minyak kelapa dapat mengurangi perut buncit.

Penelitian itu membandingkan kelompok yang diberi 2 sendok makan minyak kelapa dengan kelompok yang diberi minyak kedelai setiap hari. Kedua kelompok akhirnya memang mengalami penurunan berat badan, namun hanya kelompok pemakan minyak kelapa yang lingkar pinggangnya menyusut.

4. Dark Chocolate
Selain rasanya enak dan manis, dark chocolate dapat membantu meratakan perut. Sebuah penelitian menemukan bahwa ketika memakan 3,5 ons cokelat 2 jam sebelum makan, penikmat cokelat hitam menyerap 17 persen kalori lebih sedikit ketimbang yang makan coklat susu.

Para peneliti meyakini penyebabnya adalah karena dark chocolate mengandung cocoa butter murni yang dapat memperlambat pencernaan. Cocoa butter yang terkandung dalam coklat susu lebih banyak kandungan minyak menteganya sehingga lebih cepat diproses saluran pencernaan. Karena dark chocolate membutuhkan lebih banyak waktu untuk diproses, hasilnya bisa membantu menurunkan berat badan.

5. Almond
Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa almond dapat membantu menurunkan berat badan meskipun kandungan lemaknya tinggi. Bahkan sebuah penelitian yang dimuat Journal of Obesity and Related Metabolic Disorders menemukan bahwa pemakan almond berhasil menurunkan lingkar pinggangnya 50 persen lebih besar dibanding yang menjalani program diet.

Rahasianya, almond ternyata mengandung senyawa yang dapat membatasi jumlah lemak yang diserap tubuh.