Thursday, July 7, 2011

Manusia Pertama yang Akan Hidup Sampai 150 Tahun Sudah Lahir




Los Angeles, Tak banyak orang yang mampu mencapai umur di atas 100 tahun. Namun dengan perkembangan teknologi kedokteran, proses penuaan akan mudah dihambat dan diperkirakan saat ini sudah ada manusia yang kelak bisa hidup hingga umur 150 tahun.

Prediksi menghebohkan tersebut diungkap oleh seorang pakar biomedis dari Strategies for Engineered Negligible Senescence (SENS) Foundation, Dr Aubrey De Grey. Menurutnya, salah satu dari manusia yang hidup saat ini akan dapat mencapai usia 150 tahun berkat kemajuan teknologi kedokteran.

Ia bahkan meramalkan, manusia yang bisa hidup hingga 1.000 tahun akan lahir dalam 20 tahun ke depan. Bisa dibayangkan bagaimana padatnya planet ini jika harapan hidup manusia meningkat, sementara laju pertumbuhan penduduk masih sulit dikendalikan.

Menurut ilmuwan asal California ini, usia harapan hidup manusia mengalami peningkatan sekitar 3 bulan tiap tahunnya. Jika peningkatan tersebut bisa dipertahankan, populasi manusia yang bisa hidup di atas usia 100 tahun bisa mencapai jutaan orang di seluruh dunia pada tahun 2030.

Saat ini, populasi lansia berumur lebih dari 1 abad paling banyak terdapat di Jepang. Menurut data sensus tahun 2010, negara maju di wilayah Asia Timur ini memiliki sekitar 44 ribu lansia berumur lebih dari 100 tahun dan yang tertua sudah berumur 122 tahun.

Faktor yang mendasari perkiraan Dr De Grey salah satunya adalah perkembangan ilmu kedokteran yang begitu pesat. Berbagai penyakit
degeneratif akibat proses penuaan makin mudah ditangani, sehingga kelak akan semakin sedikit orang yang meninggal karena sakit.

"Saya harus katakan, kita sudah punya peluang 50 persen untuk dapat menghambat proses penuaan dalam 25 tahun mendatang melalui kontrol medis yang baik," ungkap Dr De Grey seperti dikutip dari Dailymail, Rabu (7/7/2011).

Berbagai kemajuan di bidang kedokteran, khususnya menyangkut proses penuaan dinilai Dr De Grey cukup mengagumkan. Saat ini orang sudah bisa memanfaatkan terapi stem cell atau sel punca, stimulasi sistem kekebalan tubuh dan berbagai teknik lain untuk membuatnya awet muda.

Umur panjang seperti yang diprediksi oleh Dr De Grey merupakan efek samping atau lebih tepatnya harapan dari tercapainya peningkatan status kesehatan. Kematian di usia lebih muda tetap mungkin terjadi, namun akan lebih banyak dipicu oleh faktor selain penyakit misalnya kecelakaan.

Rasa Lapar Sulit Dikendalikan Jika Kebanyakan Minum Alkohol




New York, Berada di bawah pengaruh alkohol membuat orang tak hanya sulit mengendalikan kendaraan bermotor, tetapi juga rasa laparnya. Akibatnya keinginan untuk makan atau mengunyah sesuatu meningkat sepanjang waktu, meski sebenarnya tidak lapar.

Pakar obesitas asal New York, Dr Howard Shapiro menyebut kondisi ini sebagai Eating Under Influence (EUI) alias makan di bawah pengaruh alkohol. Rasa lapar yang sulit dikendalikan ini membuat orang seperti sedang makan dalam kondisi tidak sadar.

Ketika kadar alkohol di dalam darah meningkat, pengaturan kadar gula darah dalam tubuh terganggu. Salah satu mekanisme yang terkena dampaknya adalah pengiriman sinyal rasa lapar ke otak, meski sebenarnya gula darah masih tinggi dan belum butuh makan.

Dalam kondisi lapar, maka otak akan mengirimkan sinyal berupa rasa lapar agar seseorang akan segera mencari makanan untuk meningkatkan kadar gulanya. Secara naluriah ketika butuh gula, maka orang akan mengonsumsi makanan yang manis-masing dan tinggi kalori.

Karena sebenarnya tidak sedang dibutuhkan, gula yang berasal dari pemanis maupun karbohidrat akan menyebabkan kelebihan kalori di dalam tubuh. Salah satu cara menyimpan cadangan kalori adalah dengan mengubahnya menjadi lemak, sehingga secara tidak langsung alkohol memicu kegemukan.

Bukan asupan kalorinya saja yang meningkat akibat alkohol, metabolisme atau pembakaran kalori juga akan melambat. Makan di bawah pengaruh alkohol membuat tubuh harus memetabolisme 2 hal dalam waktu bersamaan, yakni karbohidrat sekaligus alkohol.

Alkohol perlu dimetabolisme agar bisa dikeluarkan, karena tidak mungkin disimpan terlalu lama di dalam tubuh. Karena tubuh sibuk memetabolisme alkohol, maka metabolisme karbohidrat dan gula terhambat dan memicu penumpukan kalori dan lagi-lagi hal ini bisa memicu obesitas.

Meski begitu, Dr Shapiro tidak melarang seesorang untuk mengonsumsi alkohol sama sekali. Dikutip dari Foxnews, Kamis (7/7/2011), ia cuma menyarankan untuk menghindari alkohol selama 1-2 pekan jika ingin merasakan keberhasilan diet untuk menurunkan berat badan.

Wednesday, July 6, 2011

Facebook Blokir Friend Exporter ke Google+




Popularitas extension Chrome bernama Facebook Friend Exporter langsung melejit beberapa hari ini. Aplikasi yang memungkinkan pengguna 'memindahkan' teman facebook ke Google+ ini laris diunduh seiring kian banyak orang yang berminat menjajal jejaring sosial milik Google tersebut. Namun Facebook kini memblokirnya.

Seperti diketahui, kehadiran Google+ ini ditujukan untuk menyaingi Facebook. Persaingan di antara dua raksasa internet ini kian sengit. Sebelumnya Google telah berupaya memperkenalkan Google Buzz, namun gagal. Kini dengan hadirnya Google+, Google berharap bisa memperbaiki kesalahannya. Bagi Facebook aplikasi seperti Facebook Friend Exporter bisa mengancam kekuasaannya.

Si pembuat aplikasi, Mohammed Mansour, memang sudah memprediksi hal ini. Melalui deskripsi yang dituliskannya di halaman unduh aplikasi tersebut, Mansour menyiratkan bahwa dirinya tahu bahwa Facebook pasti tidak akan senang jika mengetahui hal ini.

Kini setelah Facebook memblokir fungsi aplikasi tersebut, Mansour pun merespons dengan menuliskan pesan baru di halaman unduh Facebook Friend Exporter.

"Facebook berusaha keras untuk tidak membiarkan Anda memindahkan teman-teman Anda. Mereka mulai menghapus email teman-teman Anda dari profil, aplikasi ini tak lagi bisa bekerja," tulis Mansour seperti dilansir TechTree

Namun dia berjanji, versi terbaru aplikasi tersebut dengan desain berbeda akan segera hadir. Saat ini dia mengaku tengah mengembangkannya. "Anda mungkin harus memindahkan teman Facebook ke Google+ secara harian. Versi ini menggunakan pendekatan berbeda," ujarnya.

Si pembuat aplikasi boleh saja geram dengan langkah yang diambil Facebook. Namun jika dicermati, memang jelas terlihat bahwa sebenarnya Facebook Friend Exporter secara teknis melanggar salah satu aturan Facebook.

"Anda tidak diperkenankan mengumpulkan konten atau informasi milik pengguna, atau mengakses Facebook menggunakan perangkat otomatis seperti tanpa seizin kami," demikian bunyi aturan tersebut.

Apple Sudah Siapkan 15 Juta Unit iPhone 5?




Kabar akan diluncurkannya Apple iPhone 5 semakin menghangat. Bulan September 2011 kian banyak disebut sebagai waktu di mana gadget kebanggaan terbaru Apple ini akhirnya diluncurkan.

Laporan dari media di Taiwan, DigiTimes, menguatkan dugaan itu dengan mengutip sumber-sumber terkait. Manufaktur setempat, Pegatron Technology, mempersiapkan 15 juta unit iPhone 5 untuk rilis bulan September.

iPhone 5 konon akan membawa sejumlah peningkatan fitur signifikan ketimbang para pendahulunya. Namun menurut kabar terakhir ini, iPhone 5 hanya akan ditingkatkan sedikit kemampuannya dibanding iPhone 4.

Apple sendiri belum berkomentar sedikit pun tentang akan seperti apa iPhone 5 dan kapan waktu rilisnya. Ini membuat konsumen dan media sejauh ini hanya bisa menduga-duga.

Selain iPhone 5, Apple juga diprediksi akan memperkenalkan iPhone mini dengan harga murah untuk menghadang sepak terjang Android.

Tuesday, July 5, 2011

Ponsel Galaxy S II Terbaru Smartphone berbasis Android 2.3 Terjual Tiap 1,5 Detik




Ponsel Galaxy S II Terbaru Smartphone berbasis Android 2.3 Terjual Tiap 1,5 Detik. Galaxy S II mencetak kisah manis untuk Samsung. Smartphone berbasis Android 2.3 Gingerbread ini menjadi ponsel dengan penjualan tercepat dalam sejarah penjualan produsen asal Korea Selatan tersebut.

Hanya dalam waktu 55 hari sejak penjualan perdananya, Samsung mengklaim Galaxy S II telah terjual menembus angka 3 juta unit. Ini lebih cepat 30 hari dibanding Galaxy S versi pertama untuk mencapai penjualan yang sama.

Menurut Samsung, jumlah tersebut sama dengan satu ponsel Galaxy S II terjual setiap 1,5 detik sejak peluncurannya pada bulan April. tingginya penjualan terutama disumbangkan di wilayah Eropa.

Di Inggris, Galaxy S II menjadi ponsel paling laris. Demikian juga di beberapa negara lainnya seperti Austria dan Swiss di mana market share ponsel ini telah melebihi 30%.

Penjualan berpotensi semakin melonjak karena Galaxy S II belum dijual di salah satu pasar kunci, yakni Amerika Serikat. Kabarnya, ponsel ini baru akan masuk ke negeri Paman Sam pada Juli akhir.

Demikian juga di berbagai negara seperti Indonesia, Galaxy S II baru akan dipasarkan. Mungkin saja target Galaxy S II yang diproyeksi menembus penjualan 10 juta unit tercapai dalam waktu singkat.

Persaingan Pasar Antara Nokia: Sayonara, Jepang Negeri Sakura


Persaingan Pasar Antara Nokia: Sayonara, Jepang Negeri Sakura. Pasar ponsel di Jepang memang keras. Bahkan vendor sekaliber Nokia sampai angkat tangan dibuatnya. Sang raksasa ponsel akhirnya menyerah dan memutuskan untuk meninggalkan negeri Sakura tersebut.

Memang sejak dua-tiga tahun lalu, Nokia sudah kepayahan bersaing di Jepang. Hal itu terlihat dari dihentikannya pasokan ponsel ke operator-operator yang menjadi mitra mereka di sana.

Sebagai gantinya, vendor asal Finlandia itu hanya menyisakan produk ponsel kelas premiumnya -- Vertu -- untuk 'bertarung' sendirian.

Namun ternyata Vertu juga mendapat hasil yang kurang memuaskan, sehingga Nokia pun memutuskan untuk menariknya di akhir Juli mendatang. Alhasil, dengan keputusan itu, Nokia benar-benar bakal stop jualan di Jepang.

Dikutip detikINET dari Reuters, Senin (4/6/2011), NTT Docomo ditunjuk sebagai pihak untuk menyediakan layanan purna jual pasca Nokia menarik diri hingga akhir Agustus. Sementara kantor Nokia di Tokyo akan tetap buka sampai akhir tahun untuk menangani refund fee dan urusan lainnya.

Jepang sendiri sejatinya merupakan salah satu pasar dengan konsumsi ponsel terbesar di dunia. Hanya saja, pengguna di negara maju tersebut lebih banyak yang 'mencintai' produk lokal.

Imbasnya, nama-nama besar vendor ponsel dunia sulit menembus pasar dan menarik minat pengguna. Pada tahun 2008 lalu saja, Nokia sudah menyadari sulitnya bersaing di Jepang. Terlebih kala itu juga ada terpaan resesi global.

Padahal waktu itu Nokia masih menguasai 40 persen pangsa pasar ponsel secara global. Namun pangsa pasar produk Nokia di Jepang hanya mencapai satu persen saja.

"Kami tidak bisa meneruskan investasi dalam pengembangan produk di Jepang di tengah situasi ekonomi yang berat ini," kata Executive Vice President Nokia, Timo Ihamuotila kala itu.

Sayonara, Jepang...

Friday, July 1, 2011

Belum Ada Teknologi untuk Antisipasi Asteroid




Dampak jatuhnya asteroid di bumi sungguh luar biasa. Sayangnya hingga kini belum ada teknologi yang bisa mencegah jatuhnya benda langit itu ke bumi.

"Sampai saat ini belum ada teknologi untuk mengantisipasi, usaha internasional baru pada pemantauan, khususnya asteroid-asteroid yang ukurannya besar," ungkap peneliti Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Prof Thomas Djamaluddin kepada okezone di Jakarta, Jumat (1/7/2011).

Pemantauan secara berkala dilakukan terhadap asteroid berukuran besar karena karena bisa mengakibatkan bencana global. Antisipasi berupa evakuasi total pun bisa dilakukan untuk asteroid jenis ini.

"Untuk yang ukuran besar (kilometer) peluang untuk melakukan antisipasi masih bisa dilakukan, tapi kalau ukuran puluhan meter, itu dari segi deteksinya sulit sekali, kemudian waktu antisipasi terlalu singkat," ujarnya.

Dia mencontohkan untuk asteroid ukuran 10 meter seperti yang beberapa waktu lalu melintas di Selatan Afrika, rentang waktu antara deteksi dengan saat tumbukan hanya pada orde hari. "Jadi tak mungkin manusia melakukan antisipasi," ungkapnya.

Pada 2008 lalu, kata Prof Thomas, juga ada satu asteroid berukuran 6 meter yang diperkirakan akan jatuh di wilayah pegunungan di Sudan. Meski sudah diketahui akan jatuh di mana, namun langkah antisipasinya cukup sulit.

"Waktu antara deteksi dan jatuh hanya 18 jam. Jadi kalaupun ada usaha untuk antisipasi tak mungkin," tandasnya.

Dampak jatuhnya asteroid ke laut atau permukiman penduduk sungguh luar biasa. Bila jatuh di laut maka berpotensi memicu tsunami dalam skala massif. Sementara bila jatuh di permukiman penduduk akan memusnahkah peradaban.