Wednesday, June 6, 2012

Makanan yang Tepat untuk Penderita Autis




Seseorang yang menderita autis juga memiliki fungsi organ yang tidak seperti orang normal pada umumnya. dalam hal memilih makanan untuk penderita autis pun tidak boleh sembarangan.

Gejala autis biasanya mulai muncul antara tahun pertama dan kedua kehidupan anak seperti keterlambatan berbicara atau kelainan pada perilaku, interaksi sosial dan sibuk sendiri dengan perilakunya. Menurut The Autism Society tidak ada penyebab tunggal autisme dan sebagian besar kasus melibatkan kombinasi faktor genetik, faktor lingkungan dan perkembangan awal otak.

Studi yang diterbitkan oleh Autism Speaks menunjukkan bahwa jalur biokimia penderita autisme tidak berfungsi optimal. Jalur ini termasuk detoksifikasi, eliminasi logam berat, pencernaan, fungsi kekebalan dan integritas usus, seperti dilansir dari foxnews, Rabu (6/6/2012).

Gejala gastrointestinal dan peradangan usus seperti diare, sembelit dan kembung dan nyeri GI sangat umum terjadi pada penderita autisme. Peradangan usus biasanya disebabkan oleh kepekaan terhadap makanan dan aktivitas bakteri sehat dalam usus.

Gangguan pencernaan menyebabkan kekurangan gizi dan gangguan fungsi seluler, yang dapat mengganggu fungsi otak dan melemahnya sistem kekebalan tubuh. Ketika makanan tidak dicerna dengan benar akan berakibat fatal bagi kesehatan penderita.

Untuk menyembuhkan usus, penting untuk makan makanan yang kaya akian sifat anti-inflamasi seperti asam lemak omega-3 yang ditemukan dalam minyak ikan seperti ikan salmon dan sarden, biji rami dan kenari untuk mengurangi peradangan usus.

Makanan yang mengandung pra dan pro-biotic juga akan mengurangi peradangan usus serta meningkatkan jumlah bakteri usus yang sehat. Pro-biotic ditemukan dalam makanan fermentasi seperti yoghurt non-susu dan fermentasi minyak ikan cod. Makanan yang mengandung pra-biotics juga tinggi serat larut yang bermanfaat seperti pisang, asparagus, kacang-kacangan, bawang putih, dan daun bawang.

Hindari memberikan makanan yang memperburuk gejala fisik, seperti ragi yang akan menyebabkan pertumbuhan bakteri berlebih di usus yang berbahaya bagi pecernaan penderita autis. Makanan seperti gula (termasuk gula alami dalam buah-buahan), roti, buah plum, anggur, cuka, dan daging.

Hindari juga racun makanan yaitu pestisida dan zat aditif seperti pewarna buatan, penambah rasa, pengawet dan MSG. Anda perlu membatasi makanan yang mengandung fenol alami dapat membangkitkan perilaku emosional dan fisik seperti anggur, apel dan almond.

Mungkin tampaknya sulit untuk menambah nutrisi pada anak yang menderita autis, tetapi memilih makanan yang tepat baginya benar-benar akan membantu anak tetap sehat. Makanan padat gizi yang dapat Anda berikan untuk menambah nutrisi anak adalah bakso, sup, saus dan muffin.

Jus alami dan smoothies buah dan sayur adalah cara yang lezat untuk menambah nutrisinya. Kadang-kadang, anak autis perlu diberikan makanan 15 sampai 20 kali sehari.

iPhone 4S vs Galaxy S III, Siapa Lebih Tahan Banting?




Tak hanya soal performa jeroan, iPhone 4S dan Galaxy S III juga diuji daya tahannya untuk membuktikan siapa yang terhebat. Di beberapa skenario kedua ponsel mahal itu pun ada yang dijatuhkan hingga dilempar.

Pengujian yang dilakukan cnet itu bukan tanpa alasan, sebab salah satu penyebab fatal kerusakan ponsel adalah ketika terjatuh saat digunakan. Skenario inilah yang pertama dilakukan saat drop test iPhone 4S dan Galaxy S III.

Namun tak sampai di situ. Kedua gadget populer itu juga dilempar, hingga jatuh tercerai berai, kemudian ponsel juga dijatuhkan dari atas mobil yang bergerak.

Penasaran seperti apa pengujian tersebut? Berikut video komparasi yang diunggah di situs YouTube


Perang Tablet: iPad vs Android vs Windows 8



Selama ini kita percaya bahwa suatu 'total war' adalah perang eksistensi, dimana pihak yang satu akan memusnahkan yang lain. Namun dalam persaingan antara developer tablet, hal ini sangat sukar terjadi. Mereka semua punya niche-nya masing-masing. Bagaimana dialektika antara Apple, Google, dan Microsoft di sini? Mari kita kaji.

iPad Sebagai Penguasa De facto


Pada awal 90-an, Apple sebenarnya sudah mencoba mempopulerkan Newton, yaitu sebuah tablet mini besutan mereka. Newton sudah berfungsi sebagaimana layaknya tablet jaman sekarang, bisa menjalankan organizer dan aplikasi lain.

Hanya saja, Newton lebih dioptimalkan untuk menggunakan stylus. Namun karena produk tersebut 'terlalu maju' dibanding jamannya, maka akhirnya Steve Jobs menghentikan proyek Newton untuk selamanya.

Akhirnya, iPad adalah suatu keberhasilan, yang tidak pernah bisa diraih oleh Newton. iPad merupakan tablet paling populer. Menurut beberapa review, perangkat ini menguasai pasar dunia sekitar 60-80 persen.

Padahal di awal-awal kemunculannya, banyak reviewer yang meragukan bahwa tablet akan menjadi suatu platform mainstream. Ternyata iPad akhirnya menjadi penguasa pasar di sebuah platform baru yang mulai menjadi mainstream.

Positioning Apple terhadap iPad sangatlah bagus, karena mereka memang menargetkan suatu daerah 'uncharted' antara high end iPhone dan low end Macbook. Di situlah iPad masuk.

iPad memiliki dukungan aplikasi yang sangat lengkap, mulai dari paket produktivitas sampai dengan game. Apple sudah memporting iWorks dan iLife dari platform Mac ke iPad. Aplikasi tersebut menjadi salah satu 'bahan bakar' bagi kesuksesan iPad, karena apa yang ditemukan pada Mac dapat dijalankan pada iPad juga.

Beredar foto di internet, yang menyajikan aplikasi Microsoft Office for iPad. Sampai sekarang, secara diplomatis Microsoft tidak mengkonfirmasi bahwa mereka sedang mengembangkan Office untuk iPad. Namun jika mereka melakukan itu, maka hal ini akan menjadikan iPad memiliki 'added value' yang akan dicintai fansnya.

Adapun baru beberapa hari yang lalu, Tim Cook -- CEO Apple -- mengeluarkan statement yang cukup kontroversial. Menurut Cook, tablet dan PC adalah produk berbeda sehingga harus memakai pendekatan berbeda pula. Pernyataan ini sangat 'buzzing' di telinga para kompetitor Apple, karena jelas mengkritik pendekatan mereka.

Memang, Apple menggunakan dua sistem operasi yang berbeda untuk iPod, iPhone, dan iPad, yaitu iOS. Sementara untuk Macintosh, mereka masih menggunakan Mac OS X.

Namun satu hal yang seyogyanya diperhatikan, Apple sudah sekian lama berusaha supaya interface iOS dan MacOS X menjadi konsisten satu sama lain. Pada versi terakhir MacOS X, yaitu Lion, banyak menggunakan application interface yang umum digunakan pada iPad.

Android Disukai Para Power User

Android menjadi 'raksasa' karena dukungan penuh dari berbagai manufaktur Hardware sejagad. Tidak mau kalah dengan iPad, Android pun juga dilimpahi berbagai dukungan aplikasi yang powerful. Termasuk komunitas Open Source yang sangat mencintai produk ini.

Android merupakan representasi komunitas Open Source dalam penetrasi tablet. Ini adalah sebuah strategi konsorsium Linux Foundation, yang menghadirkan Android pada platform tablet, sebagaimana juga mereka menghadirkan Linux pada PC dan Server.

Salah satu tablet Android yang pantas mendapat pujian adalah Samsung Galaxy Note. Berbeda dengan tablet lain, yang memiliki layar sangat besar, Galaxy Note memiliki ukuran antara sebuah tablet dan smartphone.

Positioning unik ini menjadikan Galaxy note mendarat pada sebuah niche baru. Galaxy Note adalah sebuah tablet yang seringan dan efisien smartphone -- ataupun sebuah smartphone -- yang memiliki fitur sama dengan sebuah tablet.

Ini adalah bukti bahwa Android, yang didukung komunitas open source, juga dapat menghasilkan suatu inovasi yang tak kalah dengan mereka yang proprietary.

Dukungan aplikasi dan fitur yang sangat berlimpah dari Google dan kolaboratornya akan memastikan bahwa power user dapat memuaskan kebutuhan mereka terhadap tablet tersebut.

Google adalah vendor IT yang termasuk paling siap dalam memasuki era cloud computing. Dan tablet Android adalah salah satu simpul penting Google untuk menguasai cloud computing secara global.

Samsung, HTC, LG, dan lainnya merupakan manufaktur hardware kelas wahid, yang tentu saja tidak bisa diremehkan oleh Apple. User mendapat keuntungan dalam menggunakan Android, karena dapat memilih hardware apapun yang mereka inginkan. Kustomisasi dalam perangkat keras inilah yang tampaknya sukar ditandingi vendor lain.

Windows 8 Memiliki Banyak Potensi

Sekarang, tablet Windows 7 sudah jamak ditemukan di pasaran. Acer, ViewSonic, Asus dan MSI misalnya, sudah merilis tablet Windows 7. Bahkan ada beberapa model yang bisa dipasang keyboard. Namun, gebrakan revolusioner sesungguhnya dari Microsoft akan ditunjukkan oleh tablet Windows 8.

Review terhadap produk beta tablet Windows 8 umumnya sangat positif. Reviewer terkesan dengan interface Metro yang sangat futuristik. Konon, sudah ada beberapa manufaktur yang berencana memproduksi tablet Windows 8, di antaranya Lenovo dan Samsung. Namun terbuka juga kemungkinan vendor lain seperti Acer, HP, Dell atau lainnya juga akan melakukannya.

Selama ini, Microsoft dituduh sebagai 'penjiplak' MacOS milik Apple. Namun dengan diperkenalkannya interface Metro, tuduhan tersebut menjadi sangat tidak berdasar. Metro adalah interface yang unik, dan sama sekali jauh persamaannya dari interface iOS dan MacOS milik Apple.

Bisa dibilang, Metro adalah eksperimen radikal Microsoft untuk mendesain ulang graphical user interface (GUI) sistim operasi Windows. Akhirnya Microsoft bisa kembali ke khittah engineering, dengan menghasilkan inovasi berkualitas.

Interface Metro, yang diperkenalkan di Windows phone, juga telah mendapatkan apresiasi positif dari user. Nokia Lumia, yang menggunakan OS Windows Phone, juga sangat disukai user, dan mulai banyak digunakan di seluruh dunia. Diharapkan, nantinya tablet Windows 8 juga mendapatkan apresiasi positif dari komunitas IT, seperti juga Windows Phone.

Developer Windows 8 sepertinya tidak mempedulikan statement Tim Cook. Mereka sudah sangat percaya bahwa konsistensi user interface antara PC dan tablet adalah masa depan dunia IT. Selama Microsoft konsisten pada khittah engineering, rasanya tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Pada Akhirnya User yang Berpesta

Terlepas pada akhirnya user memilih yang mana, namun jelas bahwa penetrasi Apple, Google, dan Microsoft terhadap pasar tablet telah membuktikan bahwa ini adalah suatu niche yang sangat 'seksi'.

Sepuluh tahun yang lalu, tidak ada seorang pun yang membayangkan bahwa suatu area kosong di antara smartphone dan notebook pada akhirnya akan diisi oleh invasi tablet-tablet canggih ini.

Sekarang, tablet sudah dianggap suatu segmen yang harus digarap dengan sangat serius, seperti menggarap smartphone ataupun desktop/server/notebook. Namun apakah pada akhirnya tablet akan menggantikan peran notebook? Hal itu masih terlalu dini untuk diprediksi.

Bagaimanapun ada beberapa aplikasi yang memang lebih baik dijalankan, paling tidak pada notebook, terutama yang bersifat computation intensive seperti aplikasi scientific. Meski demikian, sudah banyak aplikasi yang awalnya hanya bisa dijalankan di notebook, sudah bisa running dengan baik di tablet.

Eksperimen Microsoft dengan beberapa vendor hardware, dengan menggabungkan fitur touch screen pada notebook, akan semakin mensamarkan perbedaan antara tablet dan notebook. iPad dan Tablet Android juga dapat disambung ke keyboard eksternal, sehingga 'look and feel' notebook masih dapat diperoleh.

Sudah jelas, walau banyak tumpang tindih kepentingan di sana sini, namun pada akhirnya ketiga produsen tersebut mendarat pada market yang berbeda.

Apple, seperti biasa, selalu dicintai oleh desainer, seniman, dan industri kreatif. Sementara Android selalu disukai oleh praktisi IT, hacker, dan software developer. Namun jangan dilupakan juga, 'cengkraman' Microsoft terhadap setiap urat nadi korporasi dunia masih sangatlah dominan.

Meski pemetaan pasar tidaklah sehitam putih penjelasan tersebut, namun setiap brand sudah ada fansnya tersendiri. Ditambah lagi, user dapat bersikap fleksibel dengan tawaran mereka. Dapat saja seorang user memiliki tablet iPad, kemudian diberikan tablet Windows 8 oleh kantornya, dan bergabung dengan komunitas Android.

Seorang 'hardcore' user akan dapat mengoptimasi setiap platform untuk kepentingannya sendiri, yang tentu sesuai dengan kebutuhannya juga.

Dengan demikian, user selalu menjadi pemenang dalam pertempuran raksasa tablet ini, karena mendapatkan 'price/performance' ratio yang terbaik dan dalam kapasitas mereka sebagai bagian komunitas peretas, akan mendapat kepuasan tanpa akhir dalam membongkar jeroan sistem mereka.

Wednesday, March 21, 2012

BlackBerry Boys, Boy Band Versi BlackBerry yang Bikin Ngakak



Demam boy band ternyata tak hanya melanda Indonesia. Operator yang menjajakan layanan BlackBerry di negara lain -- Vodafone -- pun ikutan membuat boy band bernama BlackBerry Boys.

Ya, Anda tak salah baca. Namanya benar-benar 'BlackBerry Boys'! Sesuai namanya, boy band ini dibuat untuk keperluan iklan dan kampanye marketing layanan BlackBerry Vodafone. Namun dengan cara unik dan pastinya bikin tertawa orang yang melihatnya.

Ada lima orang anggota BlackBerry Boys. Semuanya berpenampilan parlente, lengkap dengan stelan jas lengkap. Layaknya boy band, kelima orang itu mampu bernyanyi dan bergaya bak di sebuah video klip.

Lantaran grup ini dibuat untuk mengangkat BlackBerry, alhasil lirik yang dinyanyikan berisi seputar kemampuan layanan besutan Research In Motion (RIM) itu. Seperti mengupas soal BlackBerry Mesengger (BBM), email, browsing, dan lainnya.

Entah bagaimana tanggapan pasar terkait kehadiran iklan ini. Yang pasti, penampilan BlackBerry Boys cukup bikin ngakak orang yang melihatnya. Tak percaya? Lihat saja video di bawah ini.



iPad 2 vs New iPad, Siapa Lebih Tahan Banting?

Untuk urusan ketajaman layar jelas new iPad lebih unggul dari iPad 2. Lantas, bagaimana soal daya tahan. Siapa yang lebih tahan banting, new iPad atau iPad 2?

Sebuah video di YouTube yang diunggah oleh ElectronicsBreak sepertinya bisa memberi jawabannya. Ya, video ini diberi nama 'drop test' alias adu kuat ketika perangkat tersebut dijatuhkan. Terbilang eksperimen gila memang, namun setidaknya aksi ini menunjukkan bukti nyata ketimbang spesifikasi di atas kertas.

Ujicoba ini sendiri dilakukan dengan tiga metode, yang pertama dijatuhkan dengan layar iPad menghadap ke atas. Lalu metode kedua, layar dihadapkan bawah. Sedangkan metode ketiga masih dengan layar menghadap ke atas, tapi iPad dalam keadaan menyala.

Rusak? Pastinya. Setelah tiga kali dijatuhkan dengan berbeda posisi, baru pada metode yang terakhir tampak jelas kedua iPad ini sudah begitu 'babak belur'.

Kerusakan paling parah terjadi di sekitar pinggiran tablet tersebut. Keretakan juga terlihat di beberapa bagian layar kedua iPad ini.

Nah, mengenai siapa yang lebih tahan banting dari kedua tablet Apple ini, di video tersebut tidak terlalu disimpulkan dengan jelas. Anda mungkin harus melihat videonya langsung di bawah ini, agar dapat mengambil pendapat yang tepat mengenai siapa yang paling kuat.


Galaxy S III Ngebut dengan Prosesor Quad Core




Prediksi bahwa Samsung Galaxy S III akan memakai prosesor quad core tampaknya memang benar. Seorang eksekutif Samsung di Korea Selatan memastikan handset Android tersebut akan memakai prosesor empat otak.

Media Korea Times mewancarai seorang eksekutif Samsung yang tidak ingin disebut identitasnya. Dinyatakan, Samsung akan memakai chip buatannya sendiri untuk Galaxy S III, yaitu Samsung Exynos quad core.

"Kami kira tidak akan ada masalah besar karena kami telah mengujicoba chip kami di sebagian smartphone dan tablet," kata eksekutif tersebut seperti dikutip dari Korea Times, Rabu (21/3/2012).

Selain itu, sang eksekutif membeberkan bocoran Galaxy S III akan diperlengkapi konektivitas 4G LTE (Long Term Evolution) dan support W-CDMA. Ini sesuai dengan kabar yang beredar bahwa Galaxy S III dibekali konektivitas lengkap.

Saat ini, memang beberapa vendor besar sudah merilis handset quad core seperti LG Optimus 4X HD, HTC One X dan Huawei Ascend D Quad. Tak heran jika Samsung ingin menandinginya di Galaxy S III yang adalah calon ponsel cerdas andalannya.

Monday, January 23, 2012

Happy Chinese New Year 2012




SOULHEART COMMUNITY MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA CHINESE 2012
Semoga kita diberkati di tahun baru ini

Regrard
SoulHeart Community's TEAM