Dot biasanya digunakan untuk memberikan rasa nyaman pada bayi karena menyaru bentuk puting ibu. Pada penerbangan di atas pesawat, bayi umumnya diberi dot agar tidak rewel. Namun ternyata penggunaan puting tiruan ini menimbulkan banyak kontroversi.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan American Academy of Pediatrics memperingatkan penggunaan dot karena ditengarai berkaitan dengan infeksi telinga dan kelainan gigi. Sebuah penelitian yang dimuat jurnal Basic and Applied Psychology menemukan bahwa penggunaan dot dapat menghambat kematangan emosi anak-anak.
Penelitian yang dilakukan ilmuwan dari University of Wisconsin, Madison terdiri atas 2 tes yang terpisah. Tes pertama dilakukan dengan cara mempertontonkan video kepada sekelompok anak laki-laki berusia 6 - 7 tahun. Anak yang banyak mengulum dot ketika bayi lebih sulit meniru wajah di video daripada anak yang tidak menggunakan dot.
Tes kedua meminta para mahasiswa menjalani ujian untuk menilai tingkat kecerdasan emosionalnya. Sebelumnya seluruh orangtua peserta ditanya mengenai penggunaan dot peserta ketika masih bayi. Hasilnya, mahasiswa laki-laki yang menggunakan dot ketika masih bayi lebih rendah skor kecerdasan emosionalnya dibanding yang dulunya jarang memakai dot.
Para peneliti meyakini bahwa bayi jadi kurang mampu meniru wajah orang-orang di sekitarnya jika mulutnya tersumpal dot. Yang menarik adalah kecenderungan ini tidak dijumpai pada anak perempuan. Anak perempuan mendapat skor tinggi pada kecerdasan emosional terlepas dari sering tidaknya menggunakan dot waktu masih bayi.
Hal ini terjadi karena diduga perkembangan emosional anak perempuan berlangsung lebih dini daripada anak laki-laki. Akibatnya anak laki-laki jadi lebih rentan ketimbang anak perempuan. Mungkin juga anak perempuan diajari cara-cara mengenali emosi oleh orangtuanya karena itu adalah karakter khas perempuan.
"Bisa jadi orang tua sengaja melakukan kompensasi kepada anak perempuannya yang menggunakan dot. Mereka ingin anaknya cerdas dalam mengenali dan merespons emosi karena itu hal yang feminim. Perempuan diharapkan menjadi emosional, tapi anak laki-laki tidak. Apabila diberi dot, anak laki-laki tidak dapat belajar mengenali emosi," kata peneliti, Paula Niedenthal seperti dilansir Counsel and Heal, Kamis (20/9/2012).
Penelitian lebih lanjut agaknya masih perlu dilakukan untuk menentukan berapa banyak penggunaan dot yang bisa menghambat kematangan emosi anak-anak. Beberapa ahli mengatakan bahwa menggunakan dot di malam hari tidak masalah karena bayi tidak mengamati wajah orang lain saat itu.
Thursday, September 20, 2012
Ini Kebiasaan Buruk Pria yang Bisa Mengancam Kesehatan
Setiap orang tentu memiliki kebiasaan buruk. Namun dibandingkan dengan wanita, pria jauh lebih banyak memiliki kebiasaan buruk, yang bisa memperparah kondisi kesehatannya.
Sudah tidak asing lagi kalau pria lebih cuek ketimbang wanita. Saking cueknya, pria juga tidak memperhatikan bahwa kebiasaannya akan mengancam kesehatan.
Berikut beberapa kebiasaan buruk pria yang bisa mengancam kesehatan, seperti dilansir boldsky, Kamis (20/9/2012):
1. Jarang mandi
Bagi pria, sedikit aroma tak sedap mungkin tidak menjadi masalah. Maka tak jarang pria pun merasa malas untuk mandi. Padahal tumpukan keringat, bakteri dan debu yang melekat di tubuh dapat memicu penyakit yang ditimbulkan akibat berbagai jenis infeksi. Bahkan ini bisa dianggap sebagai salah satu kebiasaan terburuk bagi kesehatan pria.
2. Tidak ganti baju
Mandi atau tidak mandi, pria biasanya tetap malas untuk berganti pakaian. Sama halnya dengan tidak mandi, tidak berganti pakaian juga memungkinkan keringat dan bakteri terus menempel di tubuh, yang bisa memicu berbagai infeksi.
3. Malas cuci tangan
Berapa banyak pria yang mencuci tangan setelah buang air kecil? Ini juga merupakan kebiasaan buruk pria. Kamar mandi merupakan sumber utama dari semua kuman yang bisa menyebar melalui kontak kulit. Jika Anda tidak cuci tangan dan langsung menyentuh makanan, maka kuman-kuman tersebut akan berpindah ke dalam tubuh dengan mudah.
4. Mandi air panas
Karena lelah bekerja seharian, beberapa pria suka mandi dengan air panas. Air panas mungkin bisa menghilangkan penat dan membantu meredakan stres, namun di sisi lain air panas juga dapat meningkatkan suhu testis yang dapat menyebabkan penurunan jumlah sperma.
Hal ini dapat berfungsi sebagai metode kontrasepsi yang efektif bagi pria, tapi juga bisa membuat pria tidak subur dalam jangka panjang.
5. Tidak pakai tabir surya
Kebanyakan pria biasanya tidak terlalu memperhatikan warna kulit, sehingga tidak pernah menggunakan tabir surya bila bekerja di luar ruangan dan terkena sengatan matahari dalam waktu lama.
Tabir surya bukan hanya dapat melindungi kulit dari sengatan matahari yang bisa menghitamkan kulit, tetapi juga dapat melindungi kulit dari sinar UV penyebab kanker kulit.
Sudah tidak asing lagi kalau pria lebih cuek ketimbang wanita. Saking cueknya, pria juga tidak memperhatikan bahwa kebiasaannya akan mengancam kesehatan.
Berikut beberapa kebiasaan buruk pria yang bisa mengancam kesehatan, seperti dilansir boldsky, Kamis (20/9/2012):
1. Jarang mandi
Bagi pria, sedikit aroma tak sedap mungkin tidak menjadi masalah. Maka tak jarang pria pun merasa malas untuk mandi. Padahal tumpukan keringat, bakteri dan debu yang melekat di tubuh dapat memicu penyakit yang ditimbulkan akibat berbagai jenis infeksi. Bahkan ini bisa dianggap sebagai salah satu kebiasaan terburuk bagi kesehatan pria.
2. Tidak ganti baju
Mandi atau tidak mandi, pria biasanya tetap malas untuk berganti pakaian. Sama halnya dengan tidak mandi, tidak berganti pakaian juga memungkinkan keringat dan bakteri terus menempel di tubuh, yang bisa memicu berbagai infeksi.
3. Malas cuci tangan
Berapa banyak pria yang mencuci tangan setelah buang air kecil? Ini juga merupakan kebiasaan buruk pria. Kamar mandi merupakan sumber utama dari semua kuman yang bisa menyebar melalui kontak kulit. Jika Anda tidak cuci tangan dan langsung menyentuh makanan, maka kuman-kuman tersebut akan berpindah ke dalam tubuh dengan mudah.
4. Mandi air panas
Karena lelah bekerja seharian, beberapa pria suka mandi dengan air panas. Air panas mungkin bisa menghilangkan penat dan membantu meredakan stres, namun di sisi lain air panas juga dapat meningkatkan suhu testis yang dapat menyebabkan penurunan jumlah sperma.
Hal ini dapat berfungsi sebagai metode kontrasepsi yang efektif bagi pria, tapi juga bisa membuat pria tidak subur dalam jangka panjang.
5. Tidak pakai tabir surya
Kebanyakan pria biasanya tidak terlalu memperhatikan warna kulit, sehingga tidak pernah menggunakan tabir surya bila bekerja di luar ruangan dan terkena sengatan matahari dalam waktu lama.
Tabir surya bukan hanya dapat melindungi kulit dari sengatan matahari yang bisa menghitamkan kulit, tetapi juga dapat melindungi kulit dari sinar UV penyebab kanker kulit.
Wanita Rata-rata Habiskan 17 Tahun Hidupnya untuk Diet
Tampak langsing dan memiliki tubuh aduhai mungkin menjadi harapan hampir setiap wanita. Tak mengherankan bila wanita rela mati-matian melakukan diet agar berat badannya turun. Studi terbaru pun menunjukkan bahwa wanita rata-rata menghabiskan 17 tahun hidupnya untuk berdiet.
Sebuah studi baru yang dilakukan oleh Diet Chef menemukan bahwa dieter (orang yang melakukan diet) rata-rata berusaha menurunkan berat badannya lebih dari 9 kali selama hidupnya.
Peneliti Inggris menemukan wanita rata-rata diet dua kali dalam setahun, dengan turun berat badan 5 kg setiap kali diet.
Dari data kesehatan, rata-rata harapan hidup wanita Inggris adalah 82 tahun dan berat rata-rata adalah 70 kg. Oleh karena itu, jika wanita mulai diet pada usia 18 tahun ia akan kehilangan berat badannya 9,1 kali.
Dan jika ia menghabiskan 7 minggu pada dua kali diet dalam setahun, wanita akan menghabiskan sekitar 17,2 tahun hidupnya untuk diet.
"Memutuskan untuk menurunkan berat badan bisa menjadi mudah ketika kita tahu bahwa kita memiliki acara khusus atau merasa tidak percaya diri dengan penampilan kita. Namun seperti yang kita lihat, memulai diet dan kehilangan berat badan ekstra lebih sulit dan memerlukan komitmen nyata," jelas Kevin Dorren, Pendiri dan Kepala Chef of Diet Chef, dalam sebuah pernyataan seperti dikutip Medicaldaily, Rabu (19/9/2012).
Peneliti menemukan bahwa kurang dari 1 persen dari responden yang mampu diet selama 12 bulan selama setahun dan sepertiga wanita melaporkan setidaknya selama 6 bulan per tahun.
Alasan sulitnya berdiet pun ada bermacam-macam. Sekitar 35 persen responden mengatakan bahwa kecintaan pada makanan membuatnya merasa sulit untuk diet, sementara 33 persen menyalahkan kurangnya kemauan dan 20 persen merasa makanan sehat terlalu mahal.
Sebuah studi baru yang dilakukan oleh Diet Chef menemukan bahwa dieter (orang yang melakukan diet) rata-rata berusaha menurunkan berat badannya lebih dari 9 kali selama hidupnya.
Peneliti Inggris menemukan wanita rata-rata diet dua kali dalam setahun, dengan turun berat badan 5 kg setiap kali diet.
Dari data kesehatan, rata-rata harapan hidup wanita Inggris adalah 82 tahun dan berat rata-rata adalah 70 kg. Oleh karena itu, jika wanita mulai diet pada usia 18 tahun ia akan kehilangan berat badannya 9,1 kali.
Dan jika ia menghabiskan 7 minggu pada dua kali diet dalam setahun, wanita akan menghabiskan sekitar 17,2 tahun hidupnya untuk diet.
"Memutuskan untuk menurunkan berat badan bisa menjadi mudah ketika kita tahu bahwa kita memiliki acara khusus atau merasa tidak percaya diri dengan penampilan kita. Namun seperti yang kita lihat, memulai diet dan kehilangan berat badan ekstra lebih sulit dan memerlukan komitmen nyata," jelas Kevin Dorren, Pendiri dan Kepala Chef of Diet Chef, dalam sebuah pernyataan seperti dikutip Medicaldaily, Rabu (19/9/2012).
Peneliti menemukan bahwa kurang dari 1 persen dari responden yang mampu diet selama 12 bulan selama setahun dan sepertiga wanita melaporkan setidaknya selama 6 bulan per tahun.
Alasan sulitnya berdiet pun ada bermacam-macam. Sekitar 35 persen responden mengatakan bahwa kecintaan pada makanan membuatnya merasa sulit untuk diet, sementara 33 persen menyalahkan kurangnya kemauan dan 20 persen merasa makanan sehat terlalu mahal.
Minum Obat Pusing Kok Tambah Pusing? Ini Dia Jawabannya
Sakit kepala dan migrain seringkali terjadi pada orang-orang yang kelelahan setelah seharian beraktivitas atau telat makan. Untuk mengatasinya, sebagian orang akan meminum obat-obatan pereda nyeri yang dijual bebas di apotek.
Tapi bukannya sembuh, 1 dari 50 orang justru menderita sakit kepala yang berkepanjangan dan susah disembuhkan gara-gara mengonsumsi obat pereda nyeri secara berlebihan.
Risiko tertingginya berlaku bagi pengguna obat pereda nyeri seperti aspirin, ibuprofen atau paracetamol yang biasa mengonsumsi obat itu sedikitnya satu kali dalam sehari untuk mengobati sakit kepala ataupun gangguan lain seperti nyeri sendi.
National Institute for Health and Clinical Experience (NICE) Inggris menyatakan bahwa mengonsumsi terlalu banyak pil pereda nyeri membuat otak menjadi lebih sensitif terhadap rasa nyeri sehingga penderita pun jadi lebih rentan terhadap sakit kepala.
Bahkan banyak penderita yang akhirnya terjebak dalam 'lingkaran setan' karena ketika sakit kepalanya kambuh, mereka pun meminum lebih banyak obat pereda nyeri, tapi ujung-ujungnya sakitnya malah semakin parah. Kondisi ini terjadi pada sekitar 10 juta orang di Inggris.
Menanggapi kondisi ini, Profesor Martin Underwood, seorang dokter umum yang juga peneliti dari Warwick Medical School berkomentar, "Obat-obatan pereda nyeri ini sebenarnya efektif untuk mengatasi berbagai jenis sakit kepala. Kendati begitu jika obat-obatan ini diminum lebih dari 10-15 hari dalam sebulan maka sakit kepalanya bisa semakin parah, padahal sebenarnya kondisi ini dapat disembuhkan dan dicegah".
Dr. Gillian Leng, wakil kepala eksekutif NICE pun menimpali bahwa terlalu banyak pasien yang tidak diberi 'diagnosis yang benar dan tepat pada waktunya' oleh dokter-dokter mereka atau banyak dokter yang tidak dapat mendiagnosis jenis sakit kepala apa yang dialami pasiennya atau menawarkan pengobatan terbaik untuk kondisi itu.
"Mungkin para dokter ini cenderung mengabaikan gejala-gejala yang membedakan sakit kepala akibat banyak minum obat pereda nyeri dengan sakit kepala biasa, ditambah lagi terkadang pasien terlalu khawatir dengan penyebab sakit kepalanya hingga berujung pada pemeriksaan yang sebenarnya tidak perlu seperti scan otak," terangnya seperti dilansir dari dailymail, Rabu (19/9/2012).
"Sakit kepala yang terjadi pada sebagian besar orang ini tak mungkin disebabkan oleh tumor otak atau masalah serius lainnya jadi prosedur semacam itu sebenarnya tak perlu ditawarkan pada pasien sebagai jaminan," ujar Dr. Manjit Matharu, seorang konsultan dari National Hospital for Neurology di London.
Tapi bukannya sembuh, 1 dari 50 orang justru menderita sakit kepala yang berkepanjangan dan susah disembuhkan gara-gara mengonsumsi obat pereda nyeri secara berlebihan.
Risiko tertingginya berlaku bagi pengguna obat pereda nyeri seperti aspirin, ibuprofen atau paracetamol yang biasa mengonsumsi obat itu sedikitnya satu kali dalam sehari untuk mengobati sakit kepala ataupun gangguan lain seperti nyeri sendi.
National Institute for Health and Clinical Experience (NICE) Inggris menyatakan bahwa mengonsumsi terlalu banyak pil pereda nyeri membuat otak menjadi lebih sensitif terhadap rasa nyeri sehingga penderita pun jadi lebih rentan terhadap sakit kepala.
Bahkan banyak penderita yang akhirnya terjebak dalam 'lingkaran setan' karena ketika sakit kepalanya kambuh, mereka pun meminum lebih banyak obat pereda nyeri, tapi ujung-ujungnya sakitnya malah semakin parah. Kondisi ini terjadi pada sekitar 10 juta orang di Inggris.
Menanggapi kondisi ini, Profesor Martin Underwood, seorang dokter umum yang juga peneliti dari Warwick Medical School berkomentar, "Obat-obatan pereda nyeri ini sebenarnya efektif untuk mengatasi berbagai jenis sakit kepala. Kendati begitu jika obat-obatan ini diminum lebih dari 10-15 hari dalam sebulan maka sakit kepalanya bisa semakin parah, padahal sebenarnya kondisi ini dapat disembuhkan dan dicegah".
Dr. Gillian Leng, wakil kepala eksekutif NICE pun menimpali bahwa terlalu banyak pasien yang tidak diberi 'diagnosis yang benar dan tepat pada waktunya' oleh dokter-dokter mereka atau banyak dokter yang tidak dapat mendiagnosis jenis sakit kepala apa yang dialami pasiennya atau menawarkan pengobatan terbaik untuk kondisi itu.
"Mungkin para dokter ini cenderung mengabaikan gejala-gejala yang membedakan sakit kepala akibat banyak minum obat pereda nyeri dengan sakit kepala biasa, ditambah lagi terkadang pasien terlalu khawatir dengan penyebab sakit kepalanya hingga berujung pada pemeriksaan yang sebenarnya tidak perlu seperti scan otak," terangnya seperti dilansir dari dailymail, Rabu (19/9/2012).
"Sakit kepala yang terjadi pada sebagian besar orang ini tak mungkin disebabkan oleh tumor otak atau masalah serius lainnya jadi prosedur semacam itu sebenarnya tak perlu ditawarkan pada pasien sebagai jaminan," ujar Dr. Manjit Matharu, seorang konsultan dari National Hospital for Neurology di London.
Serangan Jantung, Incar Wanita & Lebih Mematikan
Serangan jantung telah menjadi momok paling menakutkan bagi tiap orang. Pasalnya, datang secara tiba-tiba lebih banyak menyerang wanita dan mematikan.
Studi baru menyebutkan bahwa serangan jantung kini sering terjadi pada wanita dan lebih mematikan ketimbang terjadi pada pria. Benarkah?
Berdasarkan data yang tehimpun dari Yayasan Jantung Indonesia menyatakan, perempuan modern lebih rentan terserang serangan jantung dibanding kaum pria, seiring dengan perubahan pola hidup mereka.
Menurut Ketua Yayasan Jantung Indonesia, dr. Dewi Andang Joesoef, pada jumpa pers, belum lama ini, di Jakarta, pola hidup modern serta tingkat stres yang tinggi pada perempuan modern yang berkarir, adalah beberapa penyebab meningkatnya risiko penyakit jantung.
"Pola hidup perempuan modern sudah banyak berubah seperti; merokok, jarang berolah raga dan lebih banyak duduk diam di kantor, serta pola makan yang banyak mengandung banyak lemak dan kolesterol," imbuh Dewi.
Menurut dia, pola hidup tidak sehat tersebut adalah beberapa faktor risiko utama penyakit jantung, yang kini lebih banyak menyerang kaum perempuan.
Lebih lanjut, Dewi menambahkan bahwa tingkat stress yang meningkat pada perempuan modern seringkali terjadi karena karir dan kedudukan perempuan modern yang bekerja kini dapat disejajarkan dengan kaum pria. Sehingga tingkat stress yang dirasakan juga sama.
"Mereka mendapat tekanan dari kedudukan dan jabatannya di kantor, belum lagi urusan rumah tangga yang harus ditangani membuat tingkat stress kaum perempuan semakin meningkat," kata Dewi.
Dewi berpendapat bahwa hal ini penting untuk diperhatikan oleh kaum perempuan, karena perempuan modern kini tidak saja sebagai motor penggerak di dalam rumah tangga, namun juga dalam beberapa sektor tertentu karena jabatan dan kedudukannya.
Sementara itu, Dokter Spesialis Penyakit Jantung Rumah Sakit Premier Jatinegara dr Pradana Tedjasukmana, SpJp, FIFA menambahkan serangan jantung pada wanita sangat minim akan gejala, hal inilah yang menyebabkan mengapa serangan jantung lebih mematikan jika menimpa wanita dibanding pria.
"Ciri khas gejala serangan jantung adalah nyeri dada dan ketidaknyamanan. Namun wanita cenderung mengalami serangan berbeda," tambah Pradana.
Pradana mengungkapkan terkadang beberapa wanita yang mengalami serangan jantung tidak pernah mengalami nyeri dada. Maka para wanita harus lebih jeli mengenali gejala serangan jantung seperti nyeri leher, rahang, bahu atau punggung, ketidaknyamanan perut atau kesulitan bernapas dengan tiba-tiba.
"Jika sudah menunjukkan gejala-gejala yang tidak biasa disarankan harus cepat mencari dokter atau pergi ke Unit Gawat Darurat (UGD) untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut," ungkap Pradana.
Nah, berikut beberapa spesifikassi gejala serangan janttung yang kerap menimpa wanita..
Cepat merasa kelelahan
Lebih dari 70% responden dalam penelitian National Institute of Health (NIH) merasakan cepat sekali kelelahan sebelum mendapat serangan jantung. Biasanya kelelahan itu dirasakan sebulan penuh, sebelum serangan terjadi.
Tapi bagaimana membedakan kelelahan akibat adanya gangguan pada jantung dengan rasa lelah yang biasa kita alami, misalnya lelah karena habis berolahraga atau bekerja?
Yang membedakan sebenarnya adalah, jika rasa lelah yang kita rasakan usai berolahraga biasanya akan hilang begitu kita makan, mandi, atau melakukan relaksasi.
Sedangkan kelelahan akibat gangguan pada jantung akan terasa lebih lama, seolah tubuh tak pernah sanggup mengisi ulang energi untuk melakukan berbagai aktivitas.
Insomnia atau sulit tidur di malam hari
Meski merasa sangat kelelahan dan tubuh seolah tak mampu mengisi ulang energy, kita tetap tak bisa tidur di malam hari. Dan ini biasanya akan berlangsung dalam jangka waktu lama, bisa dalam sebulan penuh kita mengalami insomnia.
Cemas dan stres
Para pakar kesehatan jantung sepakat, stres adalah pemicu utama terjadinya serangan jantung. Dan pada penelitian tersebut, para wanita yang pernah mengalami serangan jantung bercerita, stres yang dialami lebih khas.
Alhasil mereka merasa sangat terpuruk dan panik karena tak bisa keluar dari masalah.
Mengalami masalah pada saluran pencernaan
Mulai dari nyeri perut, kram perut, hingga mual adalah salah satu gejala serangan jantung yang spesifik terjadi pada wanita. Dan biasanya, semua ‘keluhan’ perut itu dirasakan secara bersamaan.
Napas menjadi lebih pendek
Penelitian NIH itu juga menyimpulkan, ada sebanyak 40% dari responden yang mengalami kesulitan bernapas sebelum serangan jantung terjadi. Ciri yang paling mudah adalah apabila ketika kita naik tangga atau berjalan kaki, tiba-tiba kita merasa tersengal-sengal, ini bisa menjadi sinyal serangan jantung yang harus diantisipasi.
Nyeri pada rahang, leher, telinga, dan pundak
Pada pria umumnya rasa nyeri dirasakan di dada, tapi tidak demikian yang terjadi pada wanita. Rasa nyerinya lebih menyebar, bahkan terasa sampai rahang, leher, dan telinga.
Selain memahami gejala-gejalanya, kita juga harus memiliki kesadaran apabila gejala-gejala tersebut mulai dirasakan, segeralah memeriksakan diri ke dokter.
Ini Dia Cara Alami Buang Racun dalam Tubuh
Orang selalu membicarakan mengenai pentingnya detoks. Tak hanya itu, mereka juga memiliki segudang cara untuk membuang racun dalam tubuhnya.
Dalam kenyataannya, ada cara yang lebih alami, mudah, dan murah untuk melakukan detoksifikasi. Para dokter naturopati di Gaiam, perusahaan yang menjual produk-produk dan layanan yang mendukung gaya hidup sehat, mengatakan, membersihkan sistem tubuh dengan perlahan akan lebih memberikan manfaat.
Nah, dilansir Healthday, berikut beberapa cara jitu dan sederhana untuk mengeluarkan racun yang ada di dalam tubuh.
Banyak konsumsi buah-buahan
Buah-buahan pada umumnya juga berperan penting dalam proses detoksifikasi alami. Buah dan sayur selain mengandung banyak vitamin juga mengandung serat yang dapat mengikat zat-zat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh sehingga membuangnya melalui feses. Temukan kemudahan detoksifikasi dengan mengkonsumsi stroberi, asparagus, aprikot, rhubab, brokoli, air kelapa, jus labu, teh hijau, atau jus jeruk.
Cukup istirahat
Istirahat yang cukup dapat membantu organ-organ tubuh untuk ikut beristirahat dan mempersilakan sel-sel dalam tubuh untuk beregenerasi. Tanpa istirahat, racun-racun akan semakin banyak. Hal ini juga akan memperburuk kondisi organ yang berfungsi mengeluarkan racun dari dalam tubuh seperti ginjal dan hati.
Sauna
Tubuh kita membuang racun melalui keringat. Dengan bersauna, pori-pori kulit akan terbuka, dan melalui itulah racun dan segala kotoran pada tubuh akan keluar. Anda dapat membantu tubuh melenyapkan beberapa racun melalui keringat. Selain itu, sauna juga membantu melancarkan peredaran darah dan mengurangi nyeri otot.
Rutin olahraga
Selain dapat melancarkan peredaran darah, olahraga juga bisa menjadi cara ampuh untuk mengeluarkan keringat, dimana hal tersebut merupakan salah satu cara tubuh mengeluarkan zat tidak berguna melalui kulit.
Konsumsi air putih cukup
Mengonsumsi air minimal delapan gelas perhari membuat racun-racun yang bersarang bisa keluar dengan lebih cepat. Air sangat diperlukan tubuh, terutama bagi ginjal yang aktif dalam penyerapan cairan. Diharapkan, dengan banyak mengonsumsi air putih akan mengaktifkan fungsi ginjal, sehingga banyak racun yang terbuang melalui urin.
Rajin minum vitamin C
Kedengarannya sepele, tetapi vitamin ternyata punya banyak manfaat untuk tubuh kita. Selain mengandung antioksidan, vitamin C juga membantu tubuh memproduksi glutathione, senyawa hati yang mampu melenyapkan racun dalam tubuh.
Tarik nafas dalam-dalam
Semua orang yang hidup pasti bernapas, tetapi tak banyak yang tahu bagaimana bernapas dengan benar. Bernapas dalam-dalam akan memungkinkan lebih banyak oksigen bersirkulasi melalui sistem tubuh Anda. Untuk itu, berlatihlah mengambil napas sedikitnya 10 menit setiap hari. Duduklah dengan nyaman dengan punggung tegak. Ambil napas melalui hidung dalam tujuh hitungan, tahan selama empat hitungan, lalu keluarkan napas melalui mulut dalam delapan hitungan. Anda tentu ingin menghirup semua udara di dalam paru-paru sehingga dapat menarik lebih banyak oksigen dalam napas berikutnya.
Banyak konsumsi buah-buahan
Buah-buahan pada umumnya juga berperan penting dalam proses detoksifikasi alami. Buah dan sayur selain mengandung banyak vitamin juga mengandung serat yang dapat mengikat zat-zat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh sehingga membuangnya melalui feses. Temukan kemudahan detoksifikasi dengan mengkonsumsi stroberi, asparagus, aprikot, rhubab, brokoli, air kelapa, jus labu, teh hijau, atau jus jeruk.
Cukup istirahat
Istirahat yang cukup dapat membantu organ-organ tubuh untuk ikut beristirahat dan mempersilakan sel-sel dalam tubuh untuk beregenerasi. Tanpa istirahat, racun-racun akan semakin banyak. Hal ini juga akan memperburuk kondisi organ yang berfungsi mengeluarkan racun dari dalam tubuh seperti ginjal dan hati.
Sauna
Tubuh kita membuang racun melalui keringat. Dengan bersauna, pori-pori kulit akan terbuka, dan melalui itulah racun dan segala kotoran pada tubuh akan keluar. Anda dapat membantu tubuh melenyapkan beberapa racun melalui keringat. Selain itu, sauna juga membantu melancarkan peredaran darah dan mengurangi nyeri otot.
Rutin olahraga
Selain dapat melancarkan peredaran darah, olahraga juga bisa menjadi cara ampuh untuk mengeluarkan keringat, dimana hal tersebut merupakan salah satu cara tubuh mengeluarkan zat tidak berguna melalui kulit.
Konsumsi air putih cukup
Mengonsumsi air minimal delapan gelas perhari membuat racun-racun yang bersarang bisa keluar dengan lebih cepat. Air sangat diperlukan tubuh, terutama bagi ginjal yang aktif dalam penyerapan cairan. Diharapkan, dengan banyak mengonsumsi air putih akan mengaktifkan fungsi ginjal, sehingga banyak racun yang terbuang melalui urin.
Rajin minum vitamin C
Kedengarannya sepele, tetapi vitamin ternyata punya banyak manfaat untuk tubuh kita. Selain mengandung antioksidan, vitamin C juga membantu tubuh memproduksi glutathione, senyawa hati yang mampu melenyapkan racun dalam tubuh.
Tarik nafas dalam-dalam
Semua orang yang hidup pasti bernapas, tetapi tak banyak yang tahu bagaimana bernapas dengan benar. Bernapas dalam-dalam akan memungkinkan lebih banyak oksigen bersirkulasi melalui sistem tubuh Anda. Untuk itu, berlatihlah mengambil napas sedikitnya 10 menit setiap hari. Duduklah dengan nyaman dengan punggung tegak. Ambil napas melalui hidung dalam tujuh hitungan, tahan selama empat hitungan, lalu keluarkan napas melalui mulut dalam delapan hitungan. Anda tentu ingin menghirup semua udara di dalam paru-paru sehingga dapat menarik lebih banyak oksigen dalam napas berikutnya.
RIM Sepakati Lisensi Baru dengan Microsoft

Menjelang peluncuran BlackBerry 10, Research In Motion (RIM) membuat kejutan. Perusahaan asal Kanada ini baru saja menandatangani kesepakatan lisensi baru dengan Microsoft.
Dikutip dari eWeek, Kamis (19/9/2012), si pembesut BlackBerry melisensi sejumlah paten Microsoft yang berkaitan dengan sistem file exFAT. Ini adalah cara memformat media penyimpanan flash untuk digunakan di perangkat mobile.
"Smartphone dan tablet saat ini harus bisa menampilkan data dan gambar lebih kaya ketimbang ponsel biasa. Kesepakatan dengan RIM memperlihatkan betapa modern sistem file, seperti exFAT yang bisa langsung membantu kebutuhan spesifik konsumen di ranah mobile," demikian pernyataan Microsoft.
Teknologi exFAT berdasarkan sistem file FAT yang sudah tersedia dalam beberapa bentuk sebelum MS-DOS. Versi terbaru, menurut Microsoft, mengakomodasi file yang lebih besar dari file sistem sebelumnya dan membuatnya lebih mudah diakses.
Dengan melisensi paten exFAT, RIM bergabung dengan sejumlah pembuat handset, vendor flash storage dan perusahaan software yang lebih memilih untuk membayar lisensi ketimbang harus menghadapi masalah hukum terkait dengan hak paten suatu saat nanti.
Paten yang ada di sistem file exFAT baru tampaknya lebih aman ketimbang paten FAT. Sehingga banyak perusahaan berpikir, dengan melisensinya adalah pilihan bijaksana. Selain RIM, perusahaan lain yang juga melisensinya adalah Canon, Panasonic, SanDisk, Sanyo, Sharp dan Sony.
Subscribe to:
Posts (Atom)




