Monday, October 8, 2012
Inikah Spesifikasi Google Nexus Terbaru?
Spesifikasi generasi terbaru Nexus memang masih simpang siur, namun ada yang menyebutkan bahwa smartpone ini akan digarap oleh LG dengan salah satu fitur utama Wireless Charging.
Wireless charging memungkinkan pengisian baterai tanpa kabel, pengguna cukup menempelkan ponsel pada alas khusus dan secara otomatis proses pengisian baterai segera berlangsung.
Fitur ini mulai dipopulerkan oleh Nokia dengan Lumnia 920 dan 820, Google pun dikabarkan akan melakukan hal serupa untuk generasi terbaru Nexus. Seperti dikutip dari bgr, Sabtu (6/10/2012).
Untuk dapur pacu Google Nexus terbaru nanti dikabarkan hampir mirip dengan Optimus G, menggunakan chip Snapdragon S4 4 inti, RAM 2 GB, kamera 8 MP dan layar 1280768 pixel. Ponsel akan dibagi dalam dua versi, 8 GB dan 16 GB. Keduanya dibuat secara unibody tanpa dukungan slot memori eksternal.
Belum ada keterangan resmi dari Google atau LG, tapi diduga kuat smartphone tersebut akan diluncurkan bulan ini, Oktober 2012. Dan jika benar demikian hal ini secara tegas menepis gosip yang menyebutkan Google Nexus kembali dibuat oleh HTC.
Walah, Bapak Tua Curi iPhone dari Bayi
Selama ada kesempatan, niat mencuri bisa saja tiba-tiba muncul. Tidak peduli korban yang menjadi sasarannya adalah seorang bayi -- yang jangankan berteriak minta tolong, berbicara saja belum lancar.
Hal ini yang dilakukan oleh pria paruh baya asal Inggris, yang melihat ada kesempatan mencuri sebuah iPhone dari bayi yang tengah ditinggal orangtuanya sebentar di pusat perbelanjaan. Sudah bisa diduga, pencurian ini mudah dilakukan tanpa ada perlawanan.
Namun apesnya, sang pencuri itu tidak menyadari bahwa dirinya sedang terekam kamera CCTV di toko tersebut saat dia mencuri iPhone dari sang bayi.
Menurut pengakuan sang ibu, Danille Hinnigan, anaknya yang baru genap berusia 20 bulan memang sengaja ditinggalkan di kereta bayi sambil menonton Barney -- serial anak-anak -- di iPhonenya. Sebab dia sedang melakukan aktivitas lainnya.
Rekaman itu menunjukkan, bapak tua itu berjalan santai ke kereta dorong anaknya, lalu ia sejenak melihat kondisi di sekitar. Setelah aman, ia kemudian mengambil iPhone seraya bergegas pergi.
"Nampaknya dia mengikutiku ke toko itu, dan mengincar anakku saat ditinggal bersama iPhone-nya," tukas Hinnigan, seperti dikutip dari Sydney Morning Herald, Jumat (5/10/2012).
Ingin melihat aksi pria tersebut? Simak videonya berikut.
Cacat Produksi, Sony Stop Jualan Tablet Xperia
Sony terpaksa menghentikan penjualan tablet PC Xperia untuk sementara waktu. Tablet Android yang baru sebulan dipasarkan di beberapa negara, diketahui punya cacat produksi di bagian bodinya.
Dilaporkan, Sony menemukan adanya celah antara layar dan casing tablet Xperia sehingga rentan rusak jika terkena air. Padahal, tablet Xperia S diklaim tahan terhadap terjangan air dalam skala tertentu.
Norika Shoji selaku juru bicara Sony menyatakan, cacat tersebut berasal dari proses pembuatan di pabriknya yang berlokasi di China. Belum diiinformasikan kapan Sony akan kembali melanjutkan pemasarannya.
Sony mulai menjual tablet Xperia pada 7 September lalu di Amerika Serikat, yang diikuti Jepang dan kemudian di beberapa negara Eropa. Jumlah penjualannya telah berkisar 100 ribu unit.
Tablet Xperia adalah model lanjutan dari Sony Tablet S. Meski bentuknya sangat mirip, tablet Xperia lebih maju spesifikasinya.
Untuk tablet yang sudah terjual, Sony akan melakukan penarikan (recall) dan memperbaiki perangkat secara gratis. Demikian seperti dikutip dari Reuters, Jumat (5/10/2012).
Friday, October 5, 2012
Punya Daya Ingat Super Itu Berkah atau Bencana?
Wajar jika kebanyakan orang sekali-dua kali mengalami kesulitan untuk mengingat sesuatu secara rinci, bahkan mungkin hari-hari terpenting dalam hidupnya seperti hari jadi pernikahan hingga tanggal lahir putra pertama.
Namun berbeda dengan seorang mahasiswa dari AS bernama Aurelien Hayman ini. Hayman bisa mengingat setiap kejadian di dalam hidupnya, bahkan yang sepele dan biasa-biasa saja sekalipun.
Sebut saja tahun dan tanggal yang Anda inginkan dan dengan cepat ia akan mengatakan kepada Anda hari apa di minggu keberapa itu, bagaimana cuacanya, bahkan apa yang ia makan saat sarapan di hari itu.
"Saya bisa mengingat hal-hal seperti ini bahkan tanpa berusaha padahal itu bukanlah hal penting. Saya hanya bisa mengingatnya dengan jelas," kata Hayman.
Hayman hanyalah satu dari sekelompok kecil orang yang memiliki kemampuan luar biasa untuk mengingat setiap rincian spesifik dari suatu kejadian, bahkan di hari-hari biasa, yang terjadi bertahun-tahun lalu.
Kendati fenomena ini baru diidentifikasi belakangan, para pakar telah memberi sebutan khusus untuk kemampuan daya ingat khusus ini dengan nama Highly Superior Autobiographical Memory atau HSAM. Karena terbilang baru, studi tentang fenomena ini juga tergolong masih sedikit. Salah satunya digelar pada Juli 2012 dan dipublikasikan dalam jurnal Neurobiology of Learning and Memory.
Studi yang dilakukan tim peneliti dari University of California, Irvine ini melibatkan 11 orang pemilik HSAM. Setelah diwawancarai, otak ke-11 partisipan juga dipindai.
Namun ketika peneliti mengidentifikasi 9 otak yang tampaknya memiliki ukuran dan bentuk yang berbeda dari beberapa sukarelawan yang daya ingatnya standar, peneliti menemukan bahwa perbedaan mencoloknya terletak pada perilaku partisipan.
Ternyata orang-orang yang memiliki HSAM cenderung mudah terobsesi pada berbagai kejadian, bahkan yang biasa sekalipun, melebihi kebanyakan orang. Mereka suka merenungkan berbagai kejadian yang terjadi selama sehari dan mengorganisir segala hal yang ada di pikirannya secara terus-menerus.
"Pemilik HSAM juga dilaporkan terbiasa mengingat setiap kenangan yang mereka miliki namun dengan kecenderungan yang kompulsif. Setiap menjelang tidur, satu partisipan mengaku mengingat-ingat apa yang terjadi pada suatu hari beberapa tahun yang lalu. Bahkan ketika terjebak macet, partisipan lain dapat mengingat lebih banyak hari di tahun-tahun tertentu," catat Aurora K.R. LePort dan rekan-rekannya dari University of California.
Pakar daya ingat, Dr. Gary Small percaya jika orang-orang seperti Hayman harus dipelajari untuk membantu mencari solusi bagi orang-orang yang kehilangan daya ingat akibat suatu penyakit atau bahkan usia.
''Kami berupaya menciptakan teknik-teknik pelatihan daya ingat untuk mengajarkan kepada orang-orang berbagai cara meningkatkan daya ingatnya. Ketika kami meminta partisipan untuk terlibat dalam pelatihan itu, kami melihat orang-orang pemilik HSAM dapat melakukannya dengan sangat alami," ungkap Small seperti dilansir dari today.com, Jumat (5/10/2012). Small merupakan direktur Longevity Center, University of California, Los Angeles dan penulis buku The Alzheimer’s Prevention Program: Keep Your Brain Healthy for the Rest of Your Life.
"Saya menduga mungkin otak-otak mereka terkoneksi dengan sangat baik sehingga mereka dapat melakukan apa yang kami ajarkan untuk meningkatkan daya ingat dengan sangat natural seperti memfokuskan perhatian, menciptakan asosiasi-asosiasi dan memberi makna terhadap asosiasi tersebut," tandasnya.
Namun meski sebagian orang menganggap punya daya ingat yang sempurna adalah bakat tersendiri, sebagian lainnya merasa itu adalah beban.
Seperti halnya Jill Price (46). Price berharap ia tak bisa mengingat segala sesuatu dengan sangat baik. Price benar-benar terganggu dengan ketidakmampuannya untuk melepaskan diri dari kenangan-kenangan buruk yang begitu mendetail hingga rasanya seperti baru terjadi dalam waktu dekat.
"Saya bisa mengingat sesuatu yang terjadi 20 tahun lalu yang sebenarnya sudah tak ada artinya bagi saya sekarang, bahkan hal itu masih mengganggu saya dan membuat saya sedih karena rasanya baru terjadi kemarin," kata Jill.
Tapi bagi Hayman dan sebagian besar partisipan, HSAM adalah bakat istimewa.
"Mereka memandang kemampuan daya ingat autobiografis ini sebagai atribut positif dan sangat spesial," simpul LePort dan rekan-rekannya.
Namun berbeda dengan seorang mahasiswa dari AS bernama Aurelien Hayman ini. Hayman bisa mengingat setiap kejadian di dalam hidupnya, bahkan yang sepele dan biasa-biasa saja sekalipun.
Sebut saja tahun dan tanggal yang Anda inginkan dan dengan cepat ia akan mengatakan kepada Anda hari apa di minggu keberapa itu, bagaimana cuacanya, bahkan apa yang ia makan saat sarapan di hari itu.
"Saya bisa mengingat hal-hal seperti ini bahkan tanpa berusaha padahal itu bukanlah hal penting. Saya hanya bisa mengingatnya dengan jelas," kata Hayman.
Hayman hanyalah satu dari sekelompok kecil orang yang memiliki kemampuan luar biasa untuk mengingat setiap rincian spesifik dari suatu kejadian, bahkan di hari-hari biasa, yang terjadi bertahun-tahun lalu.
Kendati fenomena ini baru diidentifikasi belakangan, para pakar telah memberi sebutan khusus untuk kemampuan daya ingat khusus ini dengan nama Highly Superior Autobiographical Memory atau HSAM. Karena terbilang baru, studi tentang fenomena ini juga tergolong masih sedikit. Salah satunya digelar pada Juli 2012 dan dipublikasikan dalam jurnal Neurobiology of Learning and Memory.
Studi yang dilakukan tim peneliti dari University of California, Irvine ini melibatkan 11 orang pemilik HSAM. Setelah diwawancarai, otak ke-11 partisipan juga dipindai.
Namun ketika peneliti mengidentifikasi 9 otak yang tampaknya memiliki ukuran dan bentuk yang berbeda dari beberapa sukarelawan yang daya ingatnya standar, peneliti menemukan bahwa perbedaan mencoloknya terletak pada perilaku partisipan.
Ternyata orang-orang yang memiliki HSAM cenderung mudah terobsesi pada berbagai kejadian, bahkan yang biasa sekalipun, melebihi kebanyakan orang. Mereka suka merenungkan berbagai kejadian yang terjadi selama sehari dan mengorganisir segala hal yang ada di pikirannya secara terus-menerus.
"Pemilik HSAM juga dilaporkan terbiasa mengingat setiap kenangan yang mereka miliki namun dengan kecenderungan yang kompulsif. Setiap menjelang tidur, satu partisipan mengaku mengingat-ingat apa yang terjadi pada suatu hari beberapa tahun yang lalu. Bahkan ketika terjebak macet, partisipan lain dapat mengingat lebih banyak hari di tahun-tahun tertentu," catat Aurora K.R. LePort dan rekan-rekannya dari University of California.
Pakar daya ingat, Dr. Gary Small percaya jika orang-orang seperti Hayman harus dipelajari untuk membantu mencari solusi bagi orang-orang yang kehilangan daya ingat akibat suatu penyakit atau bahkan usia.
''Kami berupaya menciptakan teknik-teknik pelatihan daya ingat untuk mengajarkan kepada orang-orang berbagai cara meningkatkan daya ingatnya. Ketika kami meminta partisipan untuk terlibat dalam pelatihan itu, kami melihat orang-orang pemilik HSAM dapat melakukannya dengan sangat alami," ungkap Small seperti dilansir dari today.com, Jumat (5/10/2012). Small merupakan direktur Longevity Center, University of California, Los Angeles dan penulis buku The Alzheimer’s Prevention Program: Keep Your Brain Healthy for the Rest of Your Life.
"Saya menduga mungkin otak-otak mereka terkoneksi dengan sangat baik sehingga mereka dapat melakukan apa yang kami ajarkan untuk meningkatkan daya ingat dengan sangat natural seperti memfokuskan perhatian, menciptakan asosiasi-asosiasi dan memberi makna terhadap asosiasi tersebut," tandasnya.
Namun meski sebagian orang menganggap punya daya ingat yang sempurna adalah bakat tersendiri, sebagian lainnya merasa itu adalah beban.
Seperti halnya Jill Price (46). Price berharap ia tak bisa mengingat segala sesuatu dengan sangat baik. Price benar-benar terganggu dengan ketidakmampuannya untuk melepaskan diri dari kenangan-kenangan buruk yang begitu mendetail hingga rasanya seperti baru terjadi dalam waktu dekat.
"Saya bisa mengingat sesuatu yang terjadi 20 tahun lalu yang sebenarnya sudah tak ada artinya bagi saya sekarang, bahkan hal itu masih mengganggu saya dan membuat saya sedih karena rasanya baru terjadi kemarin," kata Jill.
Tapi bagi Hayman dan sebagian besar partisipan, HSAM adalah bakat istimewa.
"Mereka memandang kemampuan daya ingat autobiografis ini sebagai atribut positif dan sangat spesial," simpul LePort dan rekan-rekannya.
Lagi Stres Ya? Ketahuan Lho dari Bahasa Kulit
Gejala stres bukan hanya ditunjukkan melalui perilaku saja seperti timbulnya kecemasan, tetapi juga tampak pada kulit wajah seseorang seperti timbulnya jerawat dan sebagainya. Atasi stres dan lakukan beberapa perawatan khusus agar kulit wajah tetap sehat dan terhindar dari efek buruk stres.
Seperti dilansir prevention, Jumat (05/10/2012) berikut 5 strategi untuk memperbaiki gejala stres pada kulit wajah:
1. Kekeringan
Stres kronis dapat meningkatkan produksi hormon kortisol yang dapat merusak kemampuan kulit untuk menahan air. Hilangnya kelembaban alami kulit juga dapat mengurangi luminositas. Untuk mencegah efek buruk stres terhadap kekeringan kulit, gunakan produk kecantikan yang hypoallergenic dan bebas pewangi.
Produk dengan PH rendah dapat mencegah kekeringan dan peradangan lebih lanjut. Cuci wajah Anda dengan air hangat dan olesi wajah dengan krim yang memiliki manfaat melembabkan.
2. Garis halus
Kortisol juga memicu peningkatan kadar gula darah, yang dapat menyebabkan kerusakan kolagen dan elastin, yaitu serat protein yang mencegah ketegangan otot dan membuat kulit tetap halus. Ketegangan otot juga menyebabkan kerutan permanen pada wajah.
Anda dapat mengurangi garis-garis halus pada wajah dengan mengoleskan krim yang terbuat dari retinol dan antioksidan untuk mendorong produksi kolagen.
3. Kemerahan
Ketika seseorang sedang stres, aliran darahnya akan meningkat karena kapiler darah mengalami perluasan. Karena stres melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga pelebaran kapiler ini dapat bertahan lebih lama dan membuat kulit wajah tampak kemerahan.
Atasi stres dengan cara alami dan Anda dapat mengoleskan krim topikal yang mengandung anti-inflamasi seperti allantoin dan ekstrak akar licorice untuk meringankan kulit wajah yang kemerahan.
4. Jerawat
Stres meningkatkan peradangan yang menyebabkan jerawat. Gunakan krim yang mengandung asam salisilat agar kulit mengalami peluruhan dan sel-sel kulit mati berganti dengan sel-sel yang lebih baru dan sehat.
5. Lingkaran gelap di bawah mata
Kecemasan akibat stres menyebabkan reaksi berantai, yang mengarah ke gangguan tidur ketika malam hari, sehingga menyebabkan munculnya lingkaran gelap di abawah mata. Gunakan irisan mentimun pada mata untuk menyempitkan pembuluh darah dan getah bening yang membawa cairan penyebab warna gelap pada area mata.
Makan Kol dan Stop Merokok Bantu Hindari Kanker Mulut
Kanker mulut dapat dikatakan sebagai kanker yang tak banyak diperhitungkan orang. Angka kejadian kanker di Indonesia sendiri belum dapat diketahui dengan pasti. Hanya saja para pakar memperkirakan besarnya kasus kanker mulut di Indonesia mencapai 1,5 hingga 5 persen dari seluruh kanker. Di AS sendiri angka kejadian kanker mulut juga tergolong kecil yaitu 0,7 per 100.000 orang pertahunnya.
Namun bukan berarti kanker ini tak dapat menyerang siapapun karena risikonya tetap besar, terutama bagi perokok, orang yang higiene mulutnya jelek, penderita gigi karies dan kakek-nenek yang masih suka makan susur atau nginang.
Apalagi menurut WHO, jumlah perokok di Indonesia merupakan yang terbanyak ketiga di dunia setelah Cina dan India. Bahkan diperkirakan 4,8 persen dari 1,3 milyar perokok di dunia berasal dari Indonesia.
Untuk mengurangi risiko munculnya kanker mulut, studi terbaru yang dilakukan British Dental Health Foundation menghasilkan rekomendasi konsumsi sayuran bertulang (cruciferous vegetables) seperti brokoli, kecambah, lobak, seledri air dan kol, sedikitnya satu minggu sekali.
Secara rinci, studi yang dipublikasikan dalam jurnal Annals of Oncology ini mengemukakan orang yang makan sayuran ini akan berpeluang lebih kecil untuk terserang kanker mulut (sekitar 17 persen) dibandingkan orang yang tidak makan sayuran sama sekali.
Hasil studi lain yang dilakukan pada tahun 2007 juga menunjukkan bahwa mengonsumsi sayuran bertulang (cruciferous vegetables) dapat mengurangi risiko kanker kandung kemih.
Dr. Nigel Carter OBE, kepala eksekutif dari British Dental Health Foundation pun berharap setiap orang memahami bahwa pola makan yang tidak sehat dan berantakan dapat memberikan pengaruh yang luar biasa bagi kesehatan seseorang, terutama jika dikaitkan dengan kanker mulut.
"Sepertiga kasus kanker mulut diduga ada kaitannya dengan pola makan yang tak sehat. Dengan begitu kami merekomendasikan agar setiap orang berupaya memastikan bahwa pola makan mereka sehat dan seimbang dengan buah-buahan dan sayuran," terang Dr. Carter seperti dilansir dari medicalnewstoday, Jumat (5/10/2012).
"Sejumlah studi lain juga menunjukkan bahwa Omega 3 yang ditemukan pada ikan dan telur dapat membantu menurunkan risiko kanker mulut, begitu juga pada makanan berserat tinggi seperti nasi merah, pasta dari gandum utuh, kacang-kacangan dan biji-bijian," lanjutnya.
Studi ini dirasa sangat penting karena semakin banyak orang yang didiagnosis dengan kanker mulut, tenggorokan dan esofagus. Hal ini dikarenakan tingginya tingkat konsumsi alkohol serta kebiasaan merokok dan pola makan yang buruk di kalangan generasi muda.
Bahkan studi-studi baru menunjukkan peningkatan angka kejadian kanker mulut yang dramatis akibat HPV (human papilloma virus), virus penyebab kanker serviks yang disebarkan lewat hubungan seksual dan seks oral.
Namun bukan berarti kanker ini tak dapat menyerang siapapun karena risikonya tetap besar, terutama bagi perokok, orang yang higiene mulutnya jelek, penderita gigi karies dan kakek-nenek yang masih suka makan susur atau nginang.
Apalagi menurut WHO, jumlah perokok di Indonesia merupakan yang terbanyak ketiga di dunia setelah Cina dan India. Bahkan diperkirakan 4,8 persen dari 1,3 milyar perokok di dunia berasal dari Indonesia.
Untuk mengurangi risiko munculnya kanker mulut, studi terbaru yang dilakukan British Dental Health Foundation menghasilkan rekomendasi konsumsi sayuran bertulang (cruciferous vegetables) seperti brokoli, kecambah, lobak, seledri air dan kol, sedikitnya satu minggu sekali.
Secara rinci, studi yang dipublikasikan dalam jurnal Annals of Oncology ini mengemukakan orang yang makan sayuran ini akan berpeluang lebih kecil untuk terserang kanker mulut (sekitar 17 persen) dibandingkan orang yang tidak makan sayuran sama sekali.
Hasil studi lain yang dilakukan pada tahun 2007 juga menunjukkan bahwa mengonsumsi sayuran bertulang (cruciferous vegetables) dapat mengurangi risiko kanker kandung kemih.
Dr. Nigel Carter OBE, kepala eksekutif dari British Dental Health Foundation pun berharap setiap orang memahami bahwa pola makan yang tidak sehat dan berantakan dapat memberikan pengaruh yang luar biasa bagi kesehatan seseorang, terutama jika dikaitkan dengan kanker mulut.
"Sepertiga kasus kanker mulut diduga ada kaitannya dengan pola makan yang tak sehat. Dengan begitu kami merekomendasikan agar setiap orang berupaya memastikan bahwa pola makan mereka sehat dan seimbang dengan buah-buahan dan sayuran," terang Dr. Carter seperti dilansir dari medicalnewstoday, Jumat (5/10/2012).
"Sejumlah studi lain juga menunjukkan bahwa Omega 3 yang ditemukan pada ikan dan telur dapat membantu menurunkan risiko kanker mulut, begitu juga pada makanan berserat tinggi seperti nasi merah, pasta dari gandum utuh, kacang-kacangan dan biji-bijian," lanjutnya.
Studi ini dirasa sangat penting karena semakin banyak orang yang didiagnosis dengan kanker mulut, tenggorokan dan esofagus. Hal ini dikarenakan tingginya tingkat konsumsi alkohol serta kebiasaan merokok dan pola makan yang buruk di kalangan generasi muda.
Bahkan studi-studi baru menunjukkan peningkatan angka kejadian kanker mulut yang dramatis akibat HPV (human papilloma virus), virus penyebab kanker serviks yang disebarkan lewat hubungan seksual dan seks oral.
Makin Rajin Minum Susu, Kanker pun Menjauh
Rajin minum susu terbukti mampu meningkatkan kondisi kesehatan, termasuk mencegah osteoporosis serta menurunkan risiko diabetes dan sindrom metabolik. Namun studi terbaru dari Swedia berhasil menemukan manfaat luar biasa lain dari susu yaitu mencegah perkembangan kanker usus besar.
Sekelompok peneliti dari University of Lund menemukan bahwa salah satu protein dalam susu yang disebut lactoferricin4-14 (Lfcin4-14) dapat mengurangi laju pertumbuhan sel-sel kanker usus besar secara signifikan dari waktu ke waktu. Caranya dengan memperpanjang periode siklus sel sebelum kromosom sel kanker tersebut mereplikasi diri.
Tak hanya itu, Lfcin4-14 juga diketahui dapat mengurangi kerusakan DNA sel-sel kanker usus besar yang terpapar sinar ultraviolet (UV).
"Sebelumnya kami menduga bahwa perpanjangan siklus sel pada sel-sel kanker usus besar sebagai bagian dari pengobatan dengan Lfcin4-14 dapat memberikan waktu tambahan bagi proses perbaikan DNA," ungkap salah satu peneliti, Profesor Stina Oredsson dari Department of Biology, University of Lund.
"Tapi dari studi terbaru ini kami mengetahui bahwa kerusakan DNA yang diakibatkan sinar UV juga bisa berkurang pada sel-sel kanker usus besar yang diintervensi dengan protein Lfcin4-14. Kendati persentase penurunannya kecil tapi bisa dikatakan cukup signifikan," lanjutnya.
Awalnya peneliti melakukan percobaan dengan memapari sel-sel kanker usus besar menggunakan sinar UV yang menyebabkan kerusakan DNA lalu menumbuhkan sel-sel itu. Sembari ditumbuhkan, kelompok sel pertama diberi protein Lfcin4-14 sedangkan kelompok lainnya tidak diberi protein.
Setelah itu barulah peneliti mengevaluasi kerusakan DNA pada kedua kelompok sel dengan menggunakan teknik yang disebut comet assay. Mengapa disebut comet assay? Pasalnya setelah diproses, sel-sel yang mengalami kerusakan DNA berbentuk menyerupai komet lengkap dengan ekornya dan perbandingan intensitas antara 'komet' dengan 'ekornya' mengindikasikan banyaknya DNA yang rusak.
Hasilnya, studi yang telah dipublikasikan dalam Journal of Dairy Science ini mengungkapkan bahwa paparan sinar UV menyebabkan peningkatan jumlah 'komet', sebaliknya intervensi protein Lfcin4-14 mengurangi jumlah 'komet' pada sel-sel yang terpapar sinar UV.
Untuk memahami mekanisme yang digunakan Lfcin4-14 saat mengurangi kerusakan DNA, peneliti mengevaluasi kadar sejumlah protein yang terlibat dalam perkembangan siklus sel, perbaikan DNA dan kematian sel.
Dari situ peneliti menemukan adanya peningkatan lipatan endonuclease-1, protein yang dikaitkan dengan sintesis DNA; penurunan limfoma protein X yang berkaitan dengan b-cell lymphoma 2 (Bcl-2) yang terlibat dalam proses kematian sel; serta penurunan level γ-H2AX yang mengindikasikan perbaikan DNA yang lebih efisien.
"Perubahan ini mendukung hipotesis kami bahwa pengobatan dengan protein Lfcin4-14 dapat meningkatkan mekanisme perbaikan DNA," tandas Dr. Oredsson seperti dilansir dari medindia, Jumat (5/10/2012)
Dr. Oredsson pun mencatat bahwa secara umum sel-sel kanker mengalami kecacatan dalam hal mekanisme perbaikan DNA-nya. Itulah sebabnya Lfcin4-14 bisa jadi memberikan dampak yang lebih besar terhadap sel-sel normal ketimbang sel-sel kanker.
"Data kami menunjukkan bahwa dampak Lfcin4-14 dalam memperpanjang siklus sel dapat berkontribusi terhadap pencegahan tumbuhnya sel-sel kanker pada sel-sel normal," simpulnya.
Sekelompok peneliti dari University of Lund menemukan bahwa salah satu protein dalam susu yang disebut lactoferricin4-14 (Lfcin4-14) dapat mengurangi laju pertumbuhan sel-sel kanker usus besar secara signifikan dari waktu ke waktu. Caranya dengan memperpanjang periode siklus sel sebelum kromosom sel kanker tersebut mereplikasi diri.
Tak hanya itu, Lfcin4-14 juga diketahui dapat mengurangi kerusakan DNA sel-sel kanker usus besar yang terpapar sinar ultraviolet (UV).
"Sebelumnya kami menduga bahwa perpanjangan siklus sel pada sel-sel kanker usus besar sebagai bagian dari pengobatan dengan Lfcin4-14 dapat memberikan waktu tambahan bagi proses perbaikan DNA," ungkap salah satu peneliti, Profesor Stina Oredsson dari Department of Biology, University of Lund.
"Tapi dari studi terbaru ini kami mengetahui bahwa kerusakan DNA yang diakibatkan sinar UV juga bisa berkurang pada sel-sel kanker usus besar yang diintervensi dengan protein Lfcin4-14. Kendati persentase penurunannya kecil tapi bisa dikatakan cukup signifikan," lanjutnya.
Awalnya peneliti melakukan percobaan dengan memapari sel-sel kanker usus besar menggunakan sinar UV yang menyebabkan kerusakan DNA lalu menumbuhkan sel-sel itu. Sembari ditumbuhkan, kelompok sel pertama diberi protein Lfcin4-14 sedangkan kelompok lainnya tidak diberi protein.
Setelah itu barulah peneliti mengevaluasi kerusakan DNA pada kedua kelompok sel dengan menggunakan teknik yang disebut comet assay. Mengapa disebut comet assay? Pasalnya setelah diproses, sel-sel yang mengalami kerusakan DNA berbentuk menyerupai komet lengkap dengan ekornya dan perbandingan intensitas antara 'komet' dengan 'ekornya' mengindikasikan banyaknya DNA yang rusak.
Hasilnya, studi yang telah dipublikasikan dalam Journal of Dairy Science ini mengungkapkan bahwa paparan sinar UV menyebabkan peningkatan jumlah 'komet', sebaliknya intervensi protein Lfcin4-14 mengurangi jumlah 'komet' pada sel-sel yang terpapar sinar UV.
Untuk memahami mekanisme yang digunakan Lfcin4-14 saat mengurangi kerusakan DNA, peneliti mengevaluasi kadar sejumlah protein yang terlibat dalam perkembangan siklus sel, perbaikan DNA dan kematian sel.
Dari situ peneliti menemukan adanya peningkatan lipatan endonuclease-1, protein yang dikaitkan dengan sintesis DNA; penurunan limfoma protein X yang berkaitan dengan b-cell lymphoma 2 (Bcl-2) yang terlibat dalam proses kematian sel; serta penurunan level γ-H2AX yang mengindikasikan perbaikan DNA yang lebih efisien.
"Perubahan ini mendukung hipotesis kami bahwa pengobatan dengan protein Lfcin4-14 dapat meningkatkan mekanisme perbaikan DNA," tandas Dr. Oredsson seperti dilansir dari medindia, Jumat (5/10/2012)
Dr. Oredsson pun mencatat bahwa secara umum sel-sel kanker mengalami kecacatan dalam hal mekanisme perbaikan DNA-nya. Itulah sebabnya Lfcin4-14 bisa jadi memberikan dampak yang lebih besar terhadap sel-sel normal ketimbang sel-sel kanker.
"Data kami menunjukkan bahwa dampak Lfcin4-14 dalam memperpanjang siklus sel dapat berkontribusi terhadap pencegahan tumbuhnya sel-sel kanker pada sel-sel normal," simpulnya.
Subscribe to:
Posts (Atom)






