Wednesday, October 17, 2012

Microsoft Ungkap Harga Tablet Surface



Saat dirilis, Microsoft belum menguak harga komputer tablet Surfacenya. Namun kini, tanda tanya mengenai harganya sudah terjawab.

Bukan lagi spekulasi maupun rumor, namun informasi berikut berasal dari toko online Microsoft sendiri. Benar, raksasa software ini telah merilis harga untuk tablet surface RT berbasis ARM.

Untuk yang versi 32 GB tanpa touch cover, Microsoft menjualnya di harga USD 499 atau Rp 4,7 juta (USD 1 = Rp 9.615). Lantas untuk versi ini namun sudah dilengkapi dengan touch cover, akan dibanderol USD 599 atau Rp 5,7 juta.

Dikutip dari TheVerge, Rabu (17/10/2012), Microsoft juga menawarkan model 64 GB yang sudah ditemani dengan touch cover di angka USD 699 (Rp 6,7 juta). Konsumen akan bisa mendapatkan tablet langsing ini lengkap dengan kickstand dan casing magnesium vapor-deposited (PVD) serta Microsoft Office Home & Student 2013 RT Preview.

Seluruhnya sudah bisa dipesan secara pre-order di beberapa negara tertentu dan akan dikapalkan mulai 26 Oktober nanti. Bagaimana dengan di Indonesia? Diberitakan sebelumnya, Andreas Diantoro, President Director Microsoft Indonesia saat dijumpai di Jakarta bulan lalu mengatakan pihaknya belum memastikan pihaknya akan memboyong tablet tersebut di Tanah Air.

Tak hanya merilis harga tabletnya saja, harga untuk touch covernya juga dibeberkan. Untuk mendapatkan cover yang juga berfungsi sebagai keyboard ini, masing-masing bisa didapatkan dengan angka USD 119,99. Lantas untuk type cover, keyboard yang sedikit lebih tebal, Microsoft mematoknya di angka USD 129,99.

Galaxy Premier akan Lebih Powerful dari Galaxy Nexus



Belum juga dikonfirmasi kebenarannya oleh Samsung, rumor kedatangan Galaxy Premier terus bergulir. Informasi terbaru menyertakan hasil uji benchmark yang menyebutkannya lebih cepat dari Galaxy Nexus. 

Informasi ini bermula dari pengujian benchmark di China menggunakan tool Antutu. Hasil benchmark ini lantas dilansir SammMobile dan langsung merebak ke berbagai situs dan blog teknologi.

Dalam pengujian, seperti dilansir SammMobile, Rabu (17/10/2012), skor untuk Galaxy Premier adalah 7.700, mengalahkan skor Galaxy Nexus 6.300.

Galaxy Premier disebut-sebut akan ditenagai prosesor dual-core 1,5GHz, menggunakan Android Jelly Bean dan layarnya Super AMOLED 4,6 inch 1280x720.

Galaxy Premier disebut-sebut mengusung kamera belakang 8MP dan kamera depan 2MP. Akan tersedia Wi-Fi b/g/n, Bluetooth 4.0 dan kemampuan NFC.

Hingga saat ini, belum ada konfirmasi apapun dari Samsung mengenai Galaxy Premier. Namun banyak yang berspekulasi, Galaxy Premier diperkirakan mendarat sekitar akhir tahun ini.

Padfone 2, Perangkat Hybrid Asus Resmi Meluncur

Asus akhirnya memperkenalkan secara resmi Padfone 2, sebuah produk hybrid lanjutan yang memadukan keandalan smartphone dan tablet PC yang bisa terintegrasi secara 2-in-1.

Padfone generasi kedua ini dipresentasikan langsung oleh CEO Asus Jerry Shen dalam acara peluncuran yang digelar di dua kota sekaligus, Taiwan dan Milan.

"Hari ini kami meneruskan komitmen kami untuk menghadirkan sebuah produk berteknologi tinggi yang akan memberikan pengalaman terbaik bagi pengguna smartphone dan tablet," ujarnya di hadapan para media internasional yang juga dihadiri  di Taipei, Taiwan, Selasa (16/10/2012).

Shen memaparkan, Padfone 2 merupakan kombinasi dari PC, ponsel cerdas, dan tablet yang berdesain tipis, ringan, elegan, simpel, dengan tampilan yang menawan, namun dengan fitur yang inovatif dan powerful.

Smartphone di Padfone 2 dengan layar 4,7 inch dan bertenaga prosesor quad-core ini menggunakan sistim operasi Ice Cream Sandwich 4.0 yang bisa di-upgrade ke OS Jelly Bean.

Ponsel ini menggunakan desain yang agak besar di bagian atas dan semakin menipis di ujung bawah dengan ketebalan hanya 9mm dengan berat 135 gram.

Sedangkan dock tabletnya yang berukuran layar 10,1 inch didesain lebih ringan dan tipis dengan berat hanya 649 gram.

Jika keduanya digabungkan, maka semua aktivitas yang sedang berlangsung di ponsel akan otomatis berpindah ke tablet PC secara seamless dan disesuaikan dengan ukuran layar yang ada di tablet.

Umur penggunaan baterai juga diklaim lebih lama dibandingkan generasi sebelumnya. Smartphone tablet yang menggunakan baterai 2140 mAh ini, menawarkan talk time 16 jam saat bekerja di jaringan 3G dan bisa meningkat tiga kali lipat saat dicolokkan ke station dock tablet menjadi 36 jam.

Untuk dapur kendalinya, Padfone 2 mengandalkan otak prosesor Qualcomm Snapdragon S4 (8064 + 9215m) quad-core Cortex A15 class (1.5GHz) dengan Adreno 320 graphics. Smartphone tablet dengan pilihan warna hitam dan putih ini tersedia dalam tiga opsi memori 16 GB, 32GB, dan 64GB.

Pada ponselnya yang menggunakan layar 4,7 inch dengan resolusi 1280 x 720 HD Super IPS+ dan anti gores menggunakan teknologi Corning Fit Glass. Sehingga tampilan layar jadi lebih tajam, akurat, dan sudut pandang lebih lebar dengan pencahayaan 550 nits untuk outdoor.

Ponsel tablet ini juga dilengkapi dengan kamera belakang 13 megapixel yang bisa mengambil foto secara shutter hingga 100 kali dalam hitungan enam foto per detik.

Selain itu secara simultan, kamera ini juga bisa digunakan untuk merekam video 1080p HD dalam 30 frame per detik (fps), atau 720p HD video dalam 60fps.

Untuk kualitas suaranya, Asus masih menggunakan teknologi besutan SonicMaster dan audio tuning dari Waves.

Dari sisi konektivitas jaringan, Padfone 2 sudah cukup lengkap. Tersedia koneksi Wideband CDMA untuk 3G di 900 MHz dan 2,1 GHz. Kemudian EDGE, GPRS, GSM di 850 MHz, 900 MHz, 1.800 MHz, 1900MHz. Serta LTE di 800 MHz, 1800 MHz, dan 2,6 GHz.

Kecepatan download menggunakan HSPA+ diklaim bisa mencapai 21 Mbps dan upload hingga 5,76 Mbps. Sementara dengan LTE, kecepatan download-nya diklaim bisa mencapai 100 Mbps dan upload hingga 50 Mbps.

Tuesday, October 16, 2012

10 Ponsel Nokia Paling Unik

Nokia pada masanya adalah produsen ponsel terbesar di dunia. Mereka pernah mengeluarkan begitu banyak model ponsel untuk konsumen setianya.

Bentuknya pun sangat beragam. Malah, ada beberapa yang terbilang sangat unik wujudnya, tidak seperti ponsel pada umumnya.

Berikut adalah daftar beberapa ponsel Nokia yang dinilai paling unik, seperti dikutip dari ZDnet, Senin (16/10/2012).


1. Nokia 7600


Handset ini diperkenalkan Nokia pada tahun 2003. Tombolnya berada di sekeliling layar sehingga bentuknya sangat unik, seperti persegi panjang namun tidak beraturan.

Pada masanya, spesifikasi 7600 lumayan canggih. Misalnya layarnya sudah berwarna dengan resolusi 128 x 170 pixel. Memang sangat jauh dari ponsel zaman sekarang, namun lumayan bagus pada masa itu.

2. Nokia 6800


Nokia 6800 juga dirilis pada tahun 2003. Handset ini bentuk awalnya menampakkan keyboard jenis keypad biasa. Namun ketika dibuka, akan menampilkan keyboard lengkap full qwerty.

Pada masanya, ponsel ini termasuk sangat langsing. Nokia 6800 pun menjadi salah satu ponsel legendaris Nokia.

3. Nokia 5510




Sampai saat ini, sepertinya masih ada beberapa orang yang memakai Nokia 5510. Handset yang dirilis tahun 2001 ini memang lumayan populer.

Nokia 5510 memiliki keyboard full qwerty dengan layar kecil monokrom di tengah-tengahnya. Yang menarik, ponsel ini punya kapabilitas pemutar MP3

4. Nokia 8910i


Handset ini termasuk ponsel pertama Nokia yang ditujukan untuk pebisnis. Nokia 8910i yang riis tahun 2003 punya pelindung dari bahan titanium.

Begitu pelindungnya dibuka, maka terlihatlah ponsel di dalamnya. Bentuknya memang terlihat elegan kala itu, cocok digunakan oleh profesional.

5. Nokia 3650


Nokia 3650 yang rilis tahun 2003 termasuk sangat populer kala itu. Harganya pun lumayan mahal sehingga menjadi simbol status sosial.

Wujudnya sangat berbeda dari handset kebanyakan. Dengan keyboard bundar di bawah layarnya yang berukuran cukup besar

6. Nokia N93


Dirilis tahun 2006, Nokia N93 adalah salah satu ponsle seri N pertama dari Nokia. Seri N ketika itu adalah lini ponsel kelas high end.

Bentuknya menyerupai camcorder yang dipadukan dengan ponsel. Kameranya cukup powerful pada zamannya dengan resolusi mencapai 3,15 megapixel.

7. Nokia 7730


Nokia 7730 datang dengan desain dan form factoryang menawan. Ini adalah jenis handset swivel yang bisa diputar 180 derajat untuk memunculkan keypadnya.

Meski kelihatan lumayan bagus dari sisi desainnya, jeroannya terbilang biasa saja dibandingkan ponselhigh end lain pada masanya.

8. Nokia 5700


Dirilis pada tahun 2007, ponsel ini masuk dalam kategori Xpress Music. Nokia 5700 pun memiliki berbagai fitur musik yang lumayan keren pada zamannya, termasuk speaker yang powerful.

Yang menarik adalah desainnya. Di mana bagian bawah ponsel yang memuat keyboard bisa diputar ketika pengguna ingin menjepret. Sebab, kamera terletak di sisi bodinya.

9. Nokia 7900


Nokia 7900 termasuk ponsel pertama dengan desain berjuluk prism. Ponsel ini menjadi inspirasi kala Nokia kemudian merilis berbagai seri prism lainnya.

Seri Prism memang ditujukan untuk kalanganhigh end sehingga desainnya pun berkelas.Handset yang keluar tahun 2007 sudah memiliki konektivitas EDGE yang dinilai bagus pada zamannya.

10. Nokia 7280


Seri 7280 termasuk ponsel dengan desain paling berani dari Nokia. Rilis tahun 2004 Nokia 7280 ditujukan untuk kalangan fashionista.

Bentuknya yang uniik membuatnya menjadi pusat perhatian kala dipakai. Layarnya sudah lumayan canggih dengan 65 ribu warna.





















Pujian & Kritikan Warnai Kemunculan Galaxy S III Mini



Samsung membuka tabir Galaxy S III Mini. Handset Android yang menyandang nama besar Galaxy S ini menuai pujian sekaligus kritikan.

Kritikan banyak mengarah pada spesifikasinya yang tidak sesuai ekspektasi. Namun pujian juga dilayangkan dengan beberapa alasan.

Berikut pujian dan kritikan yang mewarnai kemunculan Galaxy S III Mini yang dikutip dari berbagai sumber.

Wired

.

Meski Galaxy S III Mini memakai nama yang sama seperti kakak besarnya, Galaxy S III, punya desain luar sama dan menjalankan TouchWiz UI di sistem operasi Android Jelly Bean, kedua ponsel secara mengecewakan hanya punya sedikit kesamaan di dalamnya.

S III punya dua varian, versi internasional dengan prosesor Samsung Exynos quad core dan versi AS dengan 1,5GHz dual-core Qualcomm Snapdragon CPU. Keduanya sangat cepat dan menawarkan performa terbaik. S III Mini di-downgrade menjadi 1GHz dual core.

Bahkan nama Mini terasa seperti kesalahan. Ya, S III Mini memang lebih kecil dari S III standar, namun ponsel 4 inch bukanlah sebuah perangkat mungil. 

S III Mini datang layaknya sebuah penipu lihai yang gagal menyamai nama brand Galaxy S yang sudah ekselen, yang dibangun Samsung dengan susah payah.

Gizmodo



Galaxy S III adalah salah satu ponsel terbaik yang bisa Anda beli. Ponsel ini cepat, cantik dan punya berbagai kemampuan di mana ponsel lain hanya bisa bermimpi.

Itu sebabnya sangat mengecewakan bahwa Galaxy S III Mini tidaklah sama dengannya. Ponsel ini lebih rendah di semua sisi. Dan itu buruk.

Padahal ponsel ini memakai nama klan Android yang paling dihormati di samping Nexus. Ia datang dari perusahaan yang secara konsisten punya sumber daya untuk melawan Apple.

Galaxy S III Mini tidak seharusnya seperti ini. Tidak ada yang membuat kami terkesan. Apakah kami memasang batas terlampau tinggi? Mungkin demikian. Namun jika Prada misalnya mengumumkan tas yang lebih kecil, Anda tidak berharap kualitasnya lebih rendah.

Cnet


Samsung Galaxy S III Mini memang tidak sama powerful seperti layaknya ponsel flaghsip, namun Samsung mengatakan perangkat ini bisa menjadi pilihan optimal bagi konsumen yang mencari smartphone yang lebih praktis.

Meski Samsung berharap perangkat barunya membantu mereka berkompetisi lebih baik dengan Apple, namun sepertinya tidak banyak mengubah peta pasar di AS tanpa kapabilitas 4G LTE. Dan chip di Mini hanyalah dual core. Dan kameranya hanya 5 megapixel. 

Di mana Galaxy S III Mini bisa bersinar adalah di pasar negara berkembang, area kunci pertumbuhan smartphone. Dan juga bisa menjadi perangkat yang kuat bagi operator prepaid.

Ponsel ini juga bisa menjadi rival kuat melawan model lama iPhone, di mana Apple masih menjualnya melalui operator dengan harga diskon.

Engadget




Samsung mengungkap Galaxy S III Mini, versi yang lebih rendah dari kakaknya yang lebih besar dalam soal spesifikasi dan juga ukuran layar. 

Waktu singkat kami dengan ponsel itu mengungkap semua tombolnya sama seperti di Galaxy S III, dengan bentuk yang sama juga.  

Marketing Samsung Jerman mengatakan riset perusahaan menemukan bahwa user menginginkan ponsel dengan desain yang sama seperti Galaxy S III 4,8 inch, namun dengan form factor lebih kecil. Samsung mengklaim mereka ini tidak menginginkan ponsel paling powerful.

Masih perlu ditunggu apakah spek S III Mini akan melemahkan brand Galaxy S, namun kami menemukan ponsel itu tidak menjejali tangan seperti kakaknya, dan wujud yang nyaman di ponsel original terasa lebih baik dalam ukuran mini.


Galaxy Note II dan Para Pesaing Beratnya



Galaxy Note dijuluki sebagai phablet, perangkat yang menjadi perpaduan antara smartphone dengan komputer tablet. Phablet semacam ini bukan satu-satunya yang ada di pasaran.

Ya, setelah kemunculan Galaxy Note, beberapa vendor lain turut merilis ponsel yang masuk kategori phablet. Penampilan ataupun performanya pun lumayan gahar.

Phablet model apa saja yang sudah diperkenalkan para vendor terkemuka? Berikut di antaranya yang dikutip dari berbagai sumber.

1. Panasonic Eluga Power


Panasonic Eluga Power P-07D, demikian nama lengkap handset yang satu ini. Layarnya seluas 5 inch sehingga sudah layak dikategorikan sebagai phablet.

Salah satu kelebihannya, bodi handset ini diklaim tahan air dan tahan terhadap terjangan debu. Dan spesifikasinya pun tidak mengecewakan.

Eluga Power ditenagai prosesor 1.5 GHz Qualcomm Snapdragon S4, memori internal 8GB, RAM 1GB, baterai 1800 mAh, kamera 8 megapixel dan kamera depan 1,5 megapixel.

Smartphone ini sementara baru tersedia di Jepang saja. Namun tidak menutup kemungkinan nanti dipasarkan pula di negara-negara lainnya.

2. LG Optimus Vu II


Optimus Vu II yang adalah suksesor Optimus Vu generasi pertama, dipasarkan pertama kali di Korea Selatan. Apa saja yang ditawarkannya?

Ia masih memakai sistem operasi Android Ice Cream Sandwich, yang kemungkinan bisa diupgrade ke Jelly Bean. Seperti pendahulunya, Optimus Vu II memiliki bentang layar 5 inch resolusi 1024 x 768 pixel.

Spesifikasinya lumayan berkelas. Optimus Vu menyandang prosesor 1,5 GHz dual core Snapdragon MSM8960, RAM 2GB, baterai 2.150 mAh, NFC dan kamera 8 megapixel.

Sama seperti Galaxy Note, Optimus Vu juga dibekali stylus dengan beragam fungsi. Namanya adalah Rubberdium Pen 2.0.

Di Korea Selatan, Vu II dibanderol cukup mahal, mencapai USD 866. Belum ada informasi apakah smartphone jumbo ini akan dipasarkan secara global.

3. Pantech Vega R3


Pantech adalah salah satu merek yang cukup terkenal asal Korea Selatan. Dengan layar mencapai luas 5,3 inch, jelas ia masuk dalam kategori ponsel super jumbo.

Jeroannya pun terbilang garang. Vega R3 sudah dibekali prosesor quad core 1,5 GHz dan RAM 2GB. Boleh jadi, Pantech R3 adalah phablet dengan spesifikasi terkuat saat ini.

Spesifikasi lain di handset ini pun masuk kelas atas. Seperti kamera 13 megapixel, layar definisi tinggi, NFC dan sistem operasi Android Ice Cream Sandwich.

Phablet yang satu ini baru berdar di Korea Selatan. Namun kabarnya akan segera menyambangi beberapa pasar di luar negeri, seperti di Amerika Serikat.

4. Lenovo LePhone K860


Lenovo tidak mau kalah terjun ke pasar phablet. Belum lama ini, sang vendor asal China merilis Lenovo LePhone K860 dengan bentang layar 5 inch.

Ia memakai prosesor quad core Samsung Exynos yang menjanjikan performa gahar. Spesifikasi kunci lainnya seperti kamera 8 megapixel, RAM 1GB dan baterai berkekuatan 2250 mAh.

Salah satu yang diandalkan dari phablet ini adalah dalam soal kecemerlangan layar. Resolusinya mencapai 1280 x 720 pixel.

Untuk saat ini, si phablet baru beredar di pasar China. Belum ada informasi apakah dia akan keluar kandang dan menyambangi pasar internasional.

5. Samsung Galaxy Note II


Wujud fisik Galaxy Note II sebelas dua belas dengan Galaxy S III alias tampak mirip. Namun dengan layar 5,5 inch, Galaxy Note II berukuran jauh lebih besar. Bahkan lebih besar dari Galaxy Note generasi pertama yang seluas 5,3 inch.

Samsung mengklaim Galaxy Note II adalah smartphone paling powerful saat ini. Memang dengan prosesor quad core 1,6 GHz, RAM 2GB dan baterai berkekuatan 3.100 mAh, sulit ditemukan padanan ponsel 'monster' ini di pasaran.

Note II juga sudah memakai sistem operasi Android terbaru, yakni Jelly Bean. Beberapa fitur baru ditambahkan di sektor software, salah satu yang menarik dijuluki sebagai Air View di S Pen.

Fitur Air View memungkinkan pengguna melakukan preview berbagai menu dengan stylus S Pen tanpa perlu menyentuh layar. Misalnya ingin mengetahui isi pesan tanpa membuka, cukup arahkan S Pen ke pesan tersebut. Maka preview isinya akan terlihat.

Galaxy Note II rencananya mulai dipasarkan pada bulan Oktober, pertama kali di Eropa. Kemudian menyambangi berbagai belahan dunia.









Windows 8 Mau Meluncur, Penjualan PC Adem Ayem



Akhir minggu depan, Microsoft rencananya bakal mengumumkan kehadiran sistem operasi terbarunya, yakni Windows 8. Hanya saja, jelang kehadiran OS tersebut, penjualan PC malah mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir. 

Dijelaskan oleh lembaga analisis Technology Business Research, penurunan ini terjadi karena efek dari pengumuman Windows 8 itu sendiri. Maksudnya, banyak konsumen menunggu bakal seperti apa sistem operasi itu saat diumumkan pada 26 Oktober 2012 mendatang.

"Jelang kehadiran Windows 8 yang diumumkan tanggal rilisnya, menyebabkan para konsumen memilih menunda pembelian PC sampai sistem operasi itu diluncurkan. Mereka ingin mengetahui seperti apakah OS tersebut," sebut analis Ezra Gottheil, seperti dikutip dari Network World, Selasa (16/10/2012).

Lembaga itu mengutip data Gartner, penjualan PC secara global mengalami penurunan 8,6% pada kuartal II dan kuartal III di tahun ini. Penurunan yang sama terjadi pada kuartal yang sama di tahun lalu, sebesar 8,3%.

Lambatnya penjualan ini juga terjadi di kelas enterprise dan konsumen langsung. Sebab, konsumen ingin merasakan dahulu sensasi Windows 8. Sedangkan bagi kalangan korporat, pengadaan laptop atau PC baru mempengaruhi kinerja dan keungan mereka.

"Masalah seperti ini, tidak hanya menimpa Microsoft. Apple pun mengalami hal serupa," tandas Gottheil.